Wanita Ini Alami Patah Tulang Rusuk Karena Batuk

Patah Tulang Rusuk

Seorang wanita yang tinggal di Massachusetts, Amerika Serikat, menderita penyakit batuk rejan dan mengalami patah tulang rusuk setelah ia mengalami batuk spasmodik, yakni batuk kejang disertai nada meninggi karena terjadinya penyempitan pada saluran pernapasan.

Seperti dilansir Live Science, wanita berusia 66 tahun tersebut pergi ke dokter setelah ia menderita batuk kering yang berlangsung selama dua minggu dan juga disertai rasa sakit parah pada bagian sebelah kanan tubuhnya.

Mulanya, dokter mendiagnosis bahwa ia hanya terkena infeksi pernapasan kerena virus. Tetapi, gejalanya tidak kunjung membaik setelah lima hari.

Dokter pribadinya melihat adanya memar berukuran besar di antara tulang rusuk dan pinggul di tubuh sebelah kanan. Perempuan itu pun mengeluhkan sakit saat dokter menyentuh bagian dadanya.

Sampai pada akhirnya, CT scan mengungkapkan penyebab dari rasa sakitnya itu. Berdasarkan pemindaian, perempuan tersebut mengalami pergeseran fragmen fraktur pada tulang rusuk kesembilan di sebelah kanan akibat batuk kencang.

Berdasarkan informasi dari U.S. National Library of Medicine, kondisi yang disebut dengan displaced fracture itu berarti adanya patah tulang dengan fragmen tulang yang patah telah berpisah.

Berdasarkan observasi dari dokter, perempuan tersebut dinyatakan positif menderita batuk rejan. Laporan itu diterbitkan pada 17 Januari di The New England Journal of Medicine.

Disease Control and Prevention (CDC), batuk rejan sendiri merupakan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.

Gejala awal penyakit tersebut biasanya menyerupai pilek, seperti hidung meler dan demam ringan. Tetapi, sekitar satu sampai dua minggu kemudian, individu yang terinfeksi bisa mengalami batuk yang sangat keras.

Menurut CDC, individu yang mengalami batuk rejan bisa batuk hingga berulang-ulang hingga udara hilang dari paru-parunya.

Penyakit tersebut paling serius terjadi pada bayi. Tetapi, orang dewasa juga bisa mengalami komplikasi akibat penyakit ini, termasuk patahnya tulang rusuk.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan, sekitar empat persen orang dewasa yang mengalami batuk rejan mengalami keretakan pada tulang rusuk akibat batuk parah.

Wanita asal Massachusettes tersebut terakhir kali menerima vaksin batuk rejan, dikenal sebagai Tdap (tetanus, difteri, dan pertusis), pada delapan tahun lalu.

Akibat dari memudarnya efektivitas vaksin seiring berjalannya waktu, suntikan “booster” dianjurkan dilakukan setiap 10 tahun sekali.

Berdasarkan laporan, saat ini wanita tersebut sudah diobati dengan antibiotik dan memerlukan operasi untuk memperbaiki tulang rusuknya yang retak. sekarang, ia sudah pulih.

Leave a Reply