Video Pemuda Menyiksa Kucing Ini Menjadi Viral Dan Mendapat Kecaman

Menyiksa Kucing

Akhir tahun lalu, kita dihebohkan dengan berita viral mengenai anjing ‘Valent’ yang ditelantarkan oleh pemiliknya di dalam mobil. Valent ditinggal di dalam mobil tanpa diberi makan dan minum selama lebih dari delapan jam. Kabar tersebut viral lalu membuat warganet geram terhadap sang pemilik Valent karena dianggap menyiksa binatang.

Sebelumnya, video tentang pengunjung kebun binatang yang memberi minum satwa dengan minuman keras kembali membuat kita semakin muak dengan perilaku mereka. Dikira itu lucu apa? Heran!

Maraknya kasus penyiksaan terhadap binatang—entah itu peliharaan atau bukan—kian lama kian terasa meresahkan. Bahkan dalam kasus video pencekokan terhadap satwa tersebut, mereka justru terang-terangan bangga melakukan penyikasaan dengan merekamnya sambil ketawa-ketiwi.

Nah, bicara soal penyiksaan terhadap binatang, baru-baru ini kasus serupa kembali tersiar. Kali ini bukan anjing atau satwa di kebun binatang lainnya yang menjadi korban, melainkan kucing. Video yang menampilkan penyiksaan terhadap kucing beredar di media sosial.

Video penyiksaan terhadap kucing oleh seorang laki-laki dan dua temannya dikecam oleh warganet. Kucing kok ditendang-tendang!

Sebuah video penyiksaan terhadap kucing beredar di Instagram. Video yang menampilkan 3 orang laki-laki dengan seekor kucing. Dalam video tersebut seorang laki-laki terlihat menendang-nendang kucing ke atas, sementara kedua orang lainnya hanya tertawa-tawa.

Anehnya aksi menendang kucing laiknya sedang melakukan juggling bola dilakukannya seperti sedang bercanda biasa sembari terkekeh puas. Video tersebut diketahui diunggah pertama kali oleh akun Instagram @rezapahlepi81 melalui Instatories-nya. Meski sudah dihapus oleh pengunggah, namun video tersebut sudah tersebar di media sosial, salah satunya di akun @doniherdaru.

Dari beragam kecaman yang ditujukan kepada pelaku dalam video tersebut, yang paling serius untuk menindaklanjuti aksi tersebut adalah akun @doniherdaru. Doni Herdaru Tona, yang nggak lain adalah pendiri Animal Defenders Indonesia itu, mengunggah ulang video tersebut di akun Instagram miliknya dengan caption serius pengen bertemu dengan pelaku penyiksaan terhadap kucing tersebut.

Permintaan Maaf
Permintaan Maaf

Setelah melihat keseriusan Doni dalam menanggapi aksi penyiksaan terhadap kucing tersebut, sang pelaku akhirnya menghubungi Doni melalui DM di Instagram. Dalam percakapan tersebut pelaku meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya para pecinta kucing atau petlovers. Mereka mengaku hanya spontan melakukan aksi tersebut.

Kemudian Doni membalas bahwa ia akan memaafkan dengan syarat pelaku mengirimkan video terkait kondisi kucing tersebut sekarang dan menyuruh pelaku supaya nggak akan melakukan tindakan semacam itu lagi. Pelaku kemudian berjanji akan mencari kucing tersebut dan menunjukan bahwa ia dalam kondisi baik-baik saja tanpa luka. Lalu Doni menyuruh pelaku untuk meminta maaf dengan tulus kepada masyarakat.

Permohonan maaf dari Reza dkk atas kelakuannya. . Adik2 ini sudah berkomunikasi juga via telpon ke gue, dan sama sekali gak ngeyel, dan mau memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatannya, serta akan lebih menghormati dan menyayangi mahluk hidup khususnya kucing. . Tugas mengedukasi buat gue selesai, berubah jadi tahapan mengawasi dan membimbing langkahnya. . Buat gue, ini jadi jalan silaturahim, bisa kenal dan mengajak orang lain ada di jalan kita. . Kalo yang gak ngeyel gini, jangan digas terus. Kecuali, macam mahasiswa hukum yang dikasih jalan dialog tapi malah ngeyel dan tidak proaktif, baru di lanjut ke tahapan berikut. . Kita penyayang binatang, punya empati lebih dibanding penganiaya hewan dong tentunya. Maka dari itu, kita harus bisa memaafkan. Kita didik. . Emosi boleh. Tapi tempatkan pada porsinya, dan kedepankan logika. Jangan semua harus selesai dgn tumpah darah. Malu, masa kita gak bs welas asih, pelaku dah minta maaf dan tidak ngeyel ketika diarahkan ke jalan yg benar. . Soal apakah dia akan mengulangi atau tidak, kita tidak bisa melangkahi hal tsb, yang tidak seorangpun tahu. Jika memang mengulangi dan mempunyai itikad tidak baik, kita bisa lanjutkan ke tahapan selanjutnya. . Pelajaran sudah diambil, saatnya kita kembali fokus sama tugas. . Yang masih marah2, alokasikan energi kalian ke kucing2 yg kurus dan sakit disekitar kita. Yg gak setuju memaafkan banyak banget, tapi pertolongan ke kucing2 lokal yg sakit dan butuh tindakan segera, minim. Pada buang muka apa gimana? . Yuk ah, jangan cuma amarah. Lebih adem kalo action nolongin yg lg sakit. Buanyak banget lho. . Salam!

A post shared by Doni Herdaru Tona (@doniherdaru) on

Setelah mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasik dari Doni, akhirnya sang pelaku meminta maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram Doni. Mereka juga mengikutsertakan kucing yang mereka jadikan bahan bercanda—kucing itu terlihat baik-baik saja.

Apa yang dilakukan oleh Doni Herdaru ini hendaknya diteladani oleh kita semua. Mengingat maraknya penyiksaan binatang yang dilakukan oleh manusia—barangkali yang nggak terekspose lebih banyak terjadi di luar sana. Belajar dari kasus ini sejatinya mudah untuk melawan tindak penyiksaan terhadap binatang. Kita hanya memerlukan kamera untuk merekam apapun bentuk penyiksaan terhadap binatang yang terjadi di sekitar kita. Setelah direkam, lalu unggah saja ke media sosial supaya banyak orang tahu, hingga akhirnya ada Doni-Doni lain yang bertindak. Supaya mereka jera!

Leave a Reply