Tumbangkan Arsenal 3-0, Manchester City Sabet Gelar Piala Liga Inggris

Manchester City

Manchester City merebut trofi pertamanya pada musim ini. The Citizens menjuarai Piala Liga Inggris setelah menggasak Arsenal dengan skor 3-0 di final.

Menghadapi Arsenal di Stadion Wembley, Minggu (25/2/2018), City menang berkat gol-gol Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva.

Arsenal awalnya terlihat akan merepotkan City dan banyak menekan. Tapi, City mengejutkan The Gunners melalui gol Aguero pada menit ke-18. Keunggulan 1-0 yang dimiliki City bertahan hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, City mutlak menguasai permainan. Tim besutan Pep Guardiola itu menambah dua gol melalui Kompany pada menit ke-58 dan Silva di menit ke-65.

Trofi Piala Liga Inggris adalah yang pertama buat City pada musim ini dan yang pertama dari Guardiola. City masih punya kans untuk jadi juara di dua kompetisi lainnya, Premier League dan Liga Champions.

Jalannya Pertandingan

Arsenal nyaris unggul pada menit kedelapan. Mesut Oezil mengirimkan umpan matang ke arah Pierre-Emerick Aubameyang yang berada di mulut gawang. Tapi, Aubameyang gagal menuntaskannya dengan sempurna. Sentuhan Aubameyang masih bisa digagalkan oleh Claudio Bravo.

Di menit yang sama, City punya peluang lewat Aguero. Namun, tembakan Aguero dari dalam kotak penalti masih meleset dari sasaran.

Aguero memecahkan kebuntuan lewat golnya pada menit ke-18. Gol ini lahir dari situasi yang sama sekali tak diduga oleh Arsenal.

Bravo memperlihatkan kecerdikannya dalam mengambil tendangan gawang dengan langsung mengirimkan bola ke arah Aguero. Aguero lolos dari kawalan Shkodran Mustafi dan langsung menusuk ke pertahanan Arsenal. Melihat David Ospina maju, Aguero melambungkan bola melewati kiper Arsenal itu dan membawa City memimpin 1-0.

Arsenal berpeluang menyamakan kedudukan di menit ke-23. Tapi, tendangan bebas Aaron Ramsey mengarah tepat ke pelukan Bravo.

City memiliki kesempatan untuk memperbesar keunggulannya di menit ke-40. Kevin De Bruyne melepaskan tembakan first time dari dalam kotak penalti, tapi arahnya masih melebar.

Tak ada gol lain yang tercipta di sisa babak pertama. City memasuki ruang ganti dengan keunggulan 1-0 atas Arsenal.

Kompany nyaris saja mencetak gol kedua timnya pada awal babak kedua. Tapi, tembakan Kompany melenceng tipis setelah mengenai Laurent Koscielny.

Kompany benar-benar menggetarkan gawang Arsenal pada menit ke-58 dan membawa City unggul 2-0. Dalam situasi sepak pojok, De Bruyne mengirimkan bola mendatar ke arah Ilkay Guendogan yang berada di kotak penalti. Guendogan langsung menembak, tapi tembakannya dibelokkan Kompany ke dalam gawang.

Hanya berselang tujuh menit, David Silva membawa City unggul 3-0 lewat golnya. Usai menerima operan dari Danilo, Silva yang dibayang-bayangi oleh Calum Chambers masih bisa melepaskan tembakan keras dengan kaki kirinya. Tembakan Silva tak bisa dihentikan oleh Ospina dan berbuah gol ketiga City.

Percobaan Granit Xhaka di menit ke-75 tak cukup untuk menipiskan ketertinggalan Arsenal. Sepakan keras Xhaka dari luar kotak penalti sedikit melambung.

Dalam posisi tertinggal tiga gol, Arsenal berusaha mencari celah untuk menembus pertahanan City. Tapi, City tetap mengontrol permainan dan sangat disiplin dalam menjaga wilayahnya.

Arsenal tak banyak merepotkan City di sisa waktu. City pun menyudahi pertandingan sebagai pemenang untuk merebut trofi.

Susunan Pemain
Arsenal: Ospina, Bellerin, Koscielny, Mustafi, Chambers (Welbeck 66′), Monreal (Kolasinac 26′), Xhaka, Ramsey (Iwobi 73′), Wilshere, Oezil, Aubameyang

Manchester City: Bravo, Walker, Kompany, Otamendi, Danilo, Fernandinho (Bernardo Silva 52′), David Silva, Guendogan, De Bruyne, Sane (Gabriel Jesus 77′), Aguero (Foden 89′)

Kritik Tajam Gary Neville: Arsenal Main Ogah-ogahan

Gary Neville mengecam performa Arsenal saat dikalahkan Manchester City, di final Piala Liga Inggris. Dia menilai para pemain Arsenal tak memberi perlawanan.

Pada pertandingan di Stadion Wembley, Minggu (25/2/2018), Arsenal gagal tampil maksimal dan kalah dengan skor telak 0-3. The Gunners sama sekali kesulitan dan diserang habis-habisan oleh The Citizens.

Arsene Wenger sudah menjelaskan beberapa masalah yang terjadi pada timnya. Menurutnya, timnya mudah kehilangan konsentrasi di saat-saat krusial.

Namun, Neville menganggap tak ada keseriusan dari Arsenal untuk tampil di laga final itu. Dia mencontohkan sikap sejumlah pemain yang terlihat hanya berjalan di atas lapangan.

“Lihat (Aaron) Ramsey berjalan, (Granit) Xhaka berjalan, (Mesut) Oezil berjalan. Semuanya berjalan. Jangan pernah berjalan di Wembley,” komentarnya sebagai pandit di Sky Sports.

“Jangan pernah berjalan di lapangan sepakbola. Itu mustahil dilakukan. Kalian ketinggalan 0-2, berlarilah! Semenit sebelum gol ketiga saya sudah menjelaskan soal berjalannya para pemain. Mereka hanya berlari kecil ketika tertekan. Itu sangat memalukan.”

“Mereka memalukan. Berjalan di Wembley, menyerah… mereka benar-benar rapuh,” tutur legenda Manchester United itu.

Saat kamera mengarah ke fans cilik Arsenal yang sedang menangis, Neville pun tak bisa menahan kekesalannya.

“Lihat itu, itu adalah akibat yang kalian lakukan. Semua fans ingin melihat pemain mereka berlari secepat dan sekeras mungkin,” katanya.

Tak berhenti di sana, Neville juga mengkritik Shkodran Mustafi atas terciptanya gol pertama City oleh Sergio Aguero. Pada momen tersebut, Mustafi kehilangan keseimbangan hanya karena adu badan ringan dengan Aguero.

“Mustafi harusnya lebih kuat dari itu. Ia memperlihatkan pertahanan yang menyedihkan. Putusan yang sangat buruk dari Mustafi,” Neville melanjutkan.

“Bagi bek tengah mencari pelanggaran di kondisi seperti itu adalah cara bertahan yang buruk. Keputusan menyedihkan dari Mustafi. Saya tak menganggap itu pelanggaran. Sebuah perilaku anak sekolah. Itu adalah pertahanan yang mengagetkan dan buruk dari segala hal tentang sepakbola,” jelas Neville.

Wenger Soroti Lemahnya Konsentrasi Arsenal

Arsenal harus menyerah dari Manchester City di final Piala Liga Inggris. Arsene Wenger menyoroti konsentrasi timnya yang hilang di saat-saat penting.

Arsenal harus mengakui keunggulan City dengan skor 0-3 dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Wembley, Minggu (25/2/2018) malam WIB. Gol-gol dari Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva mengubur asa The Gunners untuk meraih trofi.

Wenger pun mengungkapkan masalah yang terjadi pada timnya. Menurut dia, ada beberapa momen di mana timnya kehilangan konsentrasi dan membuat kesalahan.

“Ketika Anda kalah 0-3, tentu Anda akan melihat pada pertahanan. Saya pikir pada sebagian besar momen kami bertahan dengan baik. Tapi, kami kehilangan konsentrasi beberapa kali dan saat melawan tim besar, Anda harus membayar itu,” ungkapnya kepada BBC.

“Konsentrasi yang hilang pada periode kunci menjadi masalah kami. Kami menganalisis laga secara matematis. Kami sebenarnya tak memberi banyak kesempatan kepada City. Tapi, kami memberikan peluang mudah dan juga tidak menciptakan cukup peluang.”

“Pada akhirnya selamat untuk City, mereka pantas menang. Anda harus menerima kritik ketika kalah. Tapi, saya percaya kami harus cepat pulih dari kekalahan ini. Kami berhasil ke final, kemudian kalah. Sekarang kami harus fokus di Premier League,” kata manajer Prancis itu.

Akibat kekalahan ini, kans realistis Arsenal untuk meraih trofi kini tinggal tersisa di Liga Europa. Di Premier League, Arsenal yang duduk di peringkat enam dengan 45 poin tertinggal 10 angka dari Tottenham Hotspur yang ada di zona Liga Champions.

Leave a Reply