Termasuk Alwaleed, 11 Pangeran Arab Saudi Terciduk Soal Korupsi

Kerajaan Arab Saudi menahan 11 pangerannya dan sejumlah mantan menteri setelah memperbarui lembaga pemberantasan korupsi. Badan pengentasan rasuah anyar itu dipimpin Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman.

Diberitakan Reuters, pembentukan lembaga baru disiarkan Televisi milik Kerajaan Arab Saudi, Al Arabiya pada Sabtu (4/11). Dalam siaran pengumuman tersebut dijelaskan pemberantas korupsi itu dibentuk dengan dekrit. Penangkapan berlangsung sehari setelah dekrit itu keluar.

Dari beberapa orang yang ditangkap, The New York Times menyebutkan, termasuk di antaranya adalah Pangeran Alwaleed bin Talal. Alwaleed dikenal sebagai miliuner yang mengembangkan kekayaannya sebagai investor di pasar modal dan properti. Majalah Forbes pernah menobatkan Alwaleed sebagai orang paling kaya di dunia nomor 41.

Penanggkapan sejumlah pejabat dan anggota keluarga kerajaan ini membuat publik berspekulasi. Beberapa media menduga penahanan ini merupakan upaya Pangeran Mohammad bin Salman memuluskan suksesi tahta dari ayahnya Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Apalagi dalam dekrit kerajaan, lembaga yang dipimpin Pangeran Mohammad bin Salman punya wewenang besar. Selain punya hak untuk menyelidiki dugaan korupsi, lembaga itu boleh menahan orang, mencekal, hingga membekukan asetnya.

Leave a Reply