Tatap Titik Hitam Di Ilusi Optik Ini, Lihat Apa Yang Selanjutnya Terjadi

Ilusi Optik

Perhatikan baik-baik gambar di atas dan fokus pada titik di pusatnya. Jangan berkedip. Dalam waktu kurang dari setengah menit, mungkin kamu akan melihat pola tersebut memudar. Warna yang lebih terang dan bentuk di pinggiran akan menjadi pertama yang menghilang.

Dalam waktu satu menit atau lebih, semua gambar hilang dan hanya meninggalkan ruangan putih atau abu-abu bersih tanpa pola.

Bila kamu berkedip atau perhatian teralihkan, pola-pola seperti yang kamu lihat di awal akan kembali muncul.

Ilusi optik ini memiliki nama dan penjelasan. Namanya adalah efek Troxler, diambil dari penciptanya yang seorang dokter dan filsuf Swiss yang hidup di awal abad ke-19 bernama Ignaz Paul Vital Troxler.

Sekitar 1804, Troxler menemukan sesuatu yang menarik. Saat ia memfokuskan matanya pada satu titik, elemen lain di bidang visual yang sama perlahan akan memudar dan hilang.

Pada dasarnya, ilusi optik yang ditemukan Troxler memang tidak benar-benar menghilangkan gambar saat kita terus menerus melihatnya.

Dilansir Science Alert, Rabu (11/4/2018), untuk memahami ilusi optik ini mari kita berkenalan dengan saccade.

Saccade adalah gerakan-gerakan tak sadar yang dibuat mata manusia, bahkan saat kita sudah tidak fokus lagi.

Gerakan mata yang cepat memungkinkan retina dengan semua sel peka cahaya untuk memindai bidang visual dengan resolusi tinggi.

Inilah mengapa saat retina fokus melihat satu titik kecil di bidang visual, sel-sel sensitif cahaya retina hanya akan fokus pada sesuatu yang tidak berubah dan secara perlahan menjadi tidak sensitif terhadap stimulus.

Sementara itu, IFL Science mewartakan pada Selasa (10/4/2018), gambar tersebut hanyalah ilustrasi tentang bagaimana cara otak mengatasi ribuan sensasi yang dihadapi secara konstan. Fenomena ini dikenal sebagai pemrosesan selektif.

Tanpa disadari, otak menyaring informasi asing sehingga kita hanya fokus pada hal-hal penting dan akan memutuskan bentuk-bentuk informasi yang tidak penting.

Ketika otak mengabaikan rangsangan visual yang tidak berubah, maka warna dalam gambar di atas seolah memudar dan diisi oleh warna putih di sekitarnya,

“Kita mungkin tidak menyadari hal seperti ini terjadi karena mata dan lingkungan terus berubah,” ujar profesor psikolog Derek Arnold dari Universitas Queensland kepada The Verge, Senin (9/4/2018).

Ilusi ini tidak biasa karena ia mengarahkan perhatian kita pada satu hal dari begitu banyak perhatian dan didukung oleh gambar yang buram dan pudar.

Pemrosesan selektif mungkin lebih terlihat saat menyangkut indra lainnya. Hal ini yang menyebabkan kamu jarang mencium parfum dalam satu atau dua menit setelah dipakai dan kamu juga tidak sadar bagaimana pakaian kamu terlihat saat dipakai. Fenomena ini juga yang menjelaskan mengapa kita tidak memperhatikan kehadiran hidung kita.

Leave a Reply