Tarif Ojek Online Akan Naik, Seperti Ini Penjelasan Dari Pihak Grab

Grab

Kementerian Perhubungan telah memberikan usulan perhitungan tarif dasar yang pantas untuk ojekĀ online. Hal tersebut sebagai tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan oleh pengemudi ojek online kepada Presiden Joko Widodo kemarin.

Diketahui, tarif yang ditetapkan oleh perusahaan adalah sebesar Rp1.600 per kilometernya, di mana fakta tersebut juga sempat membuat Presiden Joko Widodo kaget.

Menhub menjelaskan, berdasarkan perhitungan Kementerian Perhubungan, harga yang pantas untuk jasa ojek online adalah sebesar Rp2.000 per km secara bersih belum termasuk potongan untuk pihak perusahaan. Perhitungan tersebut terdiri dari harga pokok sekitar Rp1.400-Rp1.500, ditambah dengan keuntungan dan jasa, sehingga didapatkan angka Rp2.000 per km.

Artinya, rekomendasi yang diberikan oleh Menteri Perhubungan yang mewakili pemerintah lebih tinggi dari tarif yang berlaku saat ini.

Menanggapi usulan serta keluhan soal tarif pihak perusahaan penyedia transportasi online menyatakan akan mengikuti instruksi yang diberikan pemerintah.

Managing Director Grab Ridzki Kramadibrata mengatakan bahwa pihak perusahaan memahami bahwa inti daripada tuntunan yang dilayangkan oleh pengemudi ojek online adalah tentang pendapatan.

“Tapi harap dipahami teman-teman pengemudi tahu kalau pendapatan itu unsurnya bukan hanya tarif. Karena tarif itu berkenaan dengan tiga unsur, pengemudi, penumpang, dan kami. Jadi kita harus perhatikan itu,” ujarnya di Kompleks Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Dia menyatakan bersedia untuk berdiskusi lebih lanjut soal tarif tersebut dalam sebuh forum.

“Kita sedang mengkaji saat ini. Yang jelas adalah kita setuju untuk bersama-sama meningkatkan pendapatan,” kata dia.

Sekadar informasi, pemerintah menindaklanjuti hasil pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan perwakilan pengemudi ojek online kemarin. Guna menyampaikan aspirasi pengemudi ojek online, maka diadakan rapat tertutup dengan stakeholder terkait.

Adapun pertemuan tersebut berlangsung tertutup yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

Leave a Reply