Sukses Taklukkan 3 Raksasa, Real Madrid Hanya Tunggu Lawan Di Final

Real Madrid

Real Madrid mencapai final Liga Champions setelah menyingkirkan tiga tim raksasa Eropa. Tim besutan Zinedine Zidane itu sekarang tinggal menunggu lawan di partai puncak.

Hasil imbang 2-2 dengan Bayern Munich di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB, memastikan Madrid melaju ke final untuk ketiga kalinya secara beruntun. Los Blancos lolos dengan keunggulan agregat 4-3 atas klub raksasa Jerman itu di babak semifinal.

Madrid sebelumnya berhasil mendepak Paris Saint-Germain di babak 16 besar. Meski awalnya tak diunggulkan, mereka membuktikan diri lebih tangguh daripada klub kaya raya dari Prancis itu.

Setelah itu, Madrid lolos dramatis dari babak perempatfinal setelah menyisihkan juara Italia, Juventus. Mereka butuh penalti Cristiano Ronaldo di injury time pada laga di Bernabeu untuk menghentikan Juve.

“Kami menghadapi sebuah tim raksasa, Juve sama, PSG juga,” ujar Zidane seperti dikutip Marca.

“Kami gembira karena berhasil mengalahkan ketiganya meski harus menderita,” katanya.

Madrid kini tinggal menunggu lawan di babak final. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018.

Catatan Spesial untuk Madrid dan Zidane

Lolosnya Real Madrid ke final Liga Champions menghasilkan catatan spesial untuk mereka. Pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane, juga mengukir sebuah catatan istimewa.

Madrid melangkah ke final Liga Champions setelah bermain imbang 2-2 dengan Bayern Munich di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB. Hasil tersebut meloloskan klub raksasa Spanyol itu dengan agregat 4-3.

Madrid lebih dulu tertinggal oleh gol Joshua Kimmich, tapi kemudian berbalik memimpin berkat dua gol Karim Benzema. Bayern mampu menyamakan skor melalui James Rodriguez, namun gagal mendapatkan gol ketiga yang mereka cari.

Ini adalah ke-16 kalinya Madrid mencapai final Piala Champions/Liga Champions. Jumlah penampilan Madrid di final adalah yang terbanyak di antara semua klub Eropa.

Dari 15 penampilan sebelumnya di partai final, Madrid 12 kali menjadi juara. Mereka sedang berusaha memenangi titel ke-13 atau yang disebut La Decimotercera.

Madrid kini tinggal menunggu lawan di babak final. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018.

Sebagai pelatih, Zidane juga menorehkan catatan spesial. Zidane menjadi pelatih pertama yang mencapai tiga final Liga Champions secara beruntun sejak Marcello Lippi melakukan hal serupa bersama Juventus pada 1996-1998.

Selain itu, di bawah arahan Zidane, Madrid tak pernah tersingkir di Liga Champions dan selalu lolos dalam sembilan duel di babak knockout. Bersama pelatih asal Prancis itu, Madrid menjadi juara pada 2016 dan 2017.

Angkat Topi Untuk Keylor Navas

Real Madrid harus berterima kasih kepada penjaga gawang mereka, Keylor Navas. Navas punya peran krusial dalam kelolosan Los Blancos ke final Liga Champions.

Madrid memastikan diri lolos ke final setelah menyisihkan Bayern Munich dengan agregat 4-3 di semifinal. Pada pertandingan leg kedua semifinal di Santiago Bernabeu, Rabu (2/5/2018) dinihari WIB, kedua tim bermain imbang 2-2.

Bayern unggul duluan melalui gol Joshua Kimmich, namun Madrid berbalik unggul 2-1 berkat dua gol Karim Benzema. Setelah menyamakan skor melalui James Rodriguez, Bayern berusaha mati-matian selama setengah jam terakhir untuk mencetak gol ketiga, tapi upaya mereka tak menghasilkan apa-apa.

Keberadaan Navas di bawah mistar Madrid menjadi salah satu alasannya. Kiper asal Kosta Rika itu tampil sangat baik kendati kemasukan dua gol.

Navas menggagalkan peluang-peluang Bayern lewat Thomas Mueller, Robert Lewandowski, David Alaba, Mats Hummels, dan Corentin Tolisso. Mantan kiper Levante itu tercatat membuat delapan penyelamatan di sepanjang pertandingan. Itu adalah jumlah penyelamatan terbanyak yang pernah dia buat dalam sebuah pertandingan fase gugur Liga Champions.

“Saya sangat gembira. Bersyukur kepada Tuhan karena ini adalah laga yang sangat sulit. Mereka adalah tim hebat,” ujar Navas seperti dikutipĀ Marca.

“Kami sangat menderita, tapi kami lolos ke final, yang mana kami inginkan. Kami sedang mengukir sejarah dan akan berjuang hingga akhir,” tambahnya.

Di babak final, Madrid akan menghadapi Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018.

“Kami akan mempersiapkan diri dengan baik untuk final, menghormati lawan, tapi dengan harapan besar untuk juara. Saya ingin berterima kasih kepada fans untuk dukungan mereka, kami harus menikmati ini semua bersama-sama, dan pergi ke Kiev dengan mentalitas yang sama,” kata Navas.

Leave a Reply