Sudah Mendekati, Napoli Tinggal Menunggu Saja Juventus Terpeleset

Napoli

Setelah berpekan-pekan memimpin klasemen, Napoli dilewati Juventus. Partenopei tak perlu panik karena masih banyak kesempatan untuk menyalip lagi.

Napoli sempat 11 pekan beruntun memimpin Serie A sebelum melorot ke posisi dua pada pekan ke-28 lalu. Kini setelah 29 pekan, mereka mengoleksi nilai 73 dan dua poin di belakang Juventus yang memuncaki klasemen.

Melihat selisih dan fakta bahwa masih ada sembilan pekan tersisa, Napoli menyadari peluang untuk menyalip Juventus masih besar. Terlebih jika melihat rangkaian pertandingan tersisa sang rival.

Juventus masih akan menjamu AC Milan, lalu bertandang ke Inter Milan dan AS Roma. Selain itu, Napoli juga berkesempatan menjegal Juventus langsung saat berduel di Allianz Stadium di pekan ke-34.

“Saya fokus ke Napoli, kami mengincar Scudetto dan itu akan jadi pemenuhan akan salah satu impian saya. Selisih poinnya memang tak menyenangkan, tapi tentunya tak perlu ada kepanikan,” ungkap Marek Hamsik dilansir Football Italia.

“Kami sudah membuang poin-poin, tapi Juventus juga bisa membuang poin. Masih ada banyak laga untuk dimainkan antara sekarang sampai akhir musim, akan ada laga-laga di mana Juventus bisa kehilangan angka.”

“Mereka bertandang ke Roma, menjamu Milan, dan bertandang ke Inter-nya Skriniar. Tentu saja duel head to head kami juga akan menunjukkan banyak hal,” tambahnya.

Napoli Bertekad Sapu Bersih Sisa Laga

Napoli kembali memangkas jarak dengan Juventus usai menang atas Genoa. Demi merebut scudetto, Napoli bertekad memenangi seluruh pertandingan yang tersisa.

Napoli yang kehilangan capolista sempat tertinggal empat angka dari Juve setelah gagal menang di dua laga secara beruntun.

Namun Juve gagal mempertahankan jarak tersebut. Bianconeri hanya bermain imbang 0-0 melawan tim papan bawah SPAl, Minggu (18/3) dini hari WIB.

Situasi itu dimaksimalkan betul oleh Napoli yang baru bertanding pada Senin (19/3) dini hari WIB. Tim arahan Maurizio Sarri itu memetik kemenangan 1-0 saat menjamu Genoa.

Dengan hasil tersebut, Napoli yang duduk di peringkat kedua dengan 73 poin dari 29 pertandingan kini hanya tertinggal dua angka dari Juve.

Napoli tak mau menyerah begitu saja dalam perburuan scudetto. Mereka pun bertekad untuk memenangi sembilan pertandingan tersisa, termasuk melawan Juve pada 22 April mendatang.

“Kami ingin mencoba sampai akhir dan menjaga peluang kami. Kami tahu bahwa Juve kuat dan bekerja keras untuk bersaing dengan mereka,” bek Napoli Raul Albiol mengatakan kepada Mediaset Premium.

“Ada sembila laga tersisa. Jika kami ingin meraih scudetto, kami harus memenangi kesembilan pertandingan itu.”

“Kami harus meningkat dan terus berkembang, seperti yang kami lakukan setiap tahun. Juventus sudah memenangi enam scudetto beruntun, jadi untuk bersaing dengan mereka kami harus benar-benar meningkatkan level dan meraup banyak poin.”

“Kami adalah satu-satunya tim yang bersaing dengan Juve saat ini dan itu menunjukkan kerja luar biasa yang sudah kami lakukan,” ia menambahkan.

Skriniar Jagokan Napoli Menangi Scudetto

Tinggal Juventus dan Napoli yang bersaing untuk Scudetto musim ini. Bek tengah Inter Milan, Milan Skriniar, menjagokan Napoli menjadi juaranya.

Napoli masih membuntuti Bianconeri di puncak klasemen dengan jarak dua poin. Peluang bagi Partenopei untuk melewati Juventus apabila bisa meraih kemenangan di Turin pada 22 April.

Skriniar punya alasan tersendiri memilih Napoli. Gelandang sekaligus kapten Napoli Marek Hamsik adalah kompatriot Skriniar.

“Juventus atau Napoli yang meraih Scudetto? Saya berharap tim terakhir yang memenangi itu karena di sanalah teman saya, Marek Hamsik bermain. Saya akan sangat menyukainya,” ujarnya kepada Pravda dikutip Football Italia.

“Saya harus mengaku bahwa sangat menyukai Napoli. Tapi, tak akan mudah bagi mereka karena Juventus punya karakter yang sempurna, sesuatu yang membuat mereka bisa menguasai laga,” tambah bek 23 tahun itu.

Sementara itu, Inter memang sudah keluar dari persaingan gelar juara setelah sempat tampil menjanjikan di paruh pertama musim. Kini, Inter mesti fokus untuk mengamankan finis empat besar untuk lolos ke Liga Champions musim depan.

“Kami ingin tampil yang terbaik pada beberapa laga ke depan agar bisa finis di empat besar dan lolos ke Liga Champions,” sambung pesepakbola Slovakia itu.

“Kami bermain buruk di beberapa laga dan berjalan mundur. Mungkin saat itu kami tak kuat secara mental,” tutur Skriniar.

Saat ini Inter menghuni peringkat empat klasemen dengan 55 poin, unggul satu angka dari Lazio di bawahnya dan tertinggal empat angka dari AS Roma [3]. Setelah mengalami periode buruk dari akhir tahun lalu, Inter meraup tiga kemenangan dan sekali kalah dalam lima pertandingan terakhir.

Leave a Reply