Keren! eSport Menjadi Sebuah Pelajaran Di SMA PSKD 1, Jakarta Pusat

‘Jangan kebanyakan main game, belajar sana!’

Kira-kira, begitu bunyi omelan yang sering terlontar dari kedua orang tua saat kita lebih sibuk bermain game, dibandingkan belajar atau mengerjakan PR yang diberikan sekolah. Ya, memang enggak ada yang salah dengan hal itu. Wajar, sebagian besar orang tua masih menganggap bahwa game bisa menghambat proses belajar mengajar kita di sekolah.

Namun rupanya, hal itu (mungkin) enggak berlaku buat teman-teman kita di SMA 1 PSKD. Soalnya, sekolah yang terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat ini, baru saja memasukkan eSports sebagai salah satu program yang bisa diambil dan dipelajari oleh para siswanya. Yap, kamu enggak salah baca. Di sekolah ini, kamu bisa bermain game seperti Dota 2 sampai Counter-Strike: Global Offensive (CS: GO) tanpa perlu takut bakal kena omel oleh guru killer.

“Sebenarnya, program ini sudah bejalan sejak tahun 2016 lalu, tapi diperkenalkan ke publik tahun ini. Jadi, kami melihat di bidang apa anak-anak ingin mengembangkan karier dan bakatnya. Nah, salah satu yang sedang diminati oleh remaja adalah bidang eSports ini,” ujar Yohannes Siagian, Kepala Sekolah SMA 1 PSKD.

Lebih lanjut, Yohannes menambahkan bahwa dari segi bisnis, eSports sangat berkembang. Bahkan, menurutnya, diperkirakan sebelum tahun 2022 nanti, eSports bakal jadi industri yang menghasilkan uang triliunan rupiah.

Itu sebabnya, Yohannes enggak mau setengah-setengah dalam pengajaran program unik ini. Selain teknik dan strategi game, para siswa di sini juga diajarkan tentang komunikasi, ekonomi dasar, sosiologi, kerja sama tim, matematika dasar, sampai bisnis di sekitar industri game.

“Saat ini, dunia digital berkembang dengan sangat pesat. Bahkan, konten online itu merupakan salah satu pemasukan besar bagi negara dan game online juga mengambil peran di dalamnya. Karenanya, kami ingin membekali anak, enggak hanya siap di dunia nyata saja, tapi juga dunia digital,” tambahnya.

Untuk menunjukkan keseriusannya, Yohannes menyediakan sebuah laboratoium eSports yang memiliki sekitar 14 buah komputer dengan spesifikasi tinggi untuk bermain game berat.

“Proses seleksinya cukup ketat. Dari sekitar 600 siswa yang mendaftarm hanya ada sekitar 70 siswa yang lolos. Nantinya, para peserta akan dapat giliran belajar sebanyak dua kali dalam seminggu. Tiap pertemuan, siswa akan dibekali pembelajaran tentang eSports selama tiga jam,” lanjut Yohannes.

Nah, untuk saat ini, terdapat tiga cabang eSports yang telah dibuka oleh SMA 1 PSKD yakni League of Legends, DotA 2, dan CS: GO. Sambil menunggu program ini berjalan, SMA 1 PSKD masih membuka lowongan untuk tim pengajar yang sudah ahli dalam dunia eSports. Well, tertarik untuk mendaftar?

Leave a Reply