September Ini Pontianak Akan Kembali Kehilangan Bayangannya

Pontianak

Sejumlah kegiatan, seni dan budaya, serta iptek akan memeriahkan peristiwa titik kulminasi matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak pada 21-23 September 2018.

Fenomena alam ini terjadi dua tahun sekali, yakni bulan Maret dan September, sehingga dikemas menjadi kegiatan wisata demi mengundang turis datang ke Pontianak.

“Khusus tahun ini kegiatannya akan lebih lama dari biasanya, dari biasanya tiga hari menjadi lima hari, yakni mulai tanggal 21-25 September,” kata Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pariwisata, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Hendra Fellani di Pontianak, seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (27/8).

Salah satu atraksi iptek yang menarik ialah roket air dari pihak LAPAN Bandung yang digelar selama satu sekali setiap harinya.

Tak lupa atraksi menegakkan telur ayam, menancapkan kayu tanpa bayangan dan pameran dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar.

“Kami juga akan menyiapkan pesawat tanpa awak guna memantau kegiatan di kawasan Tugu Khatulistiwa secara langsung. Untuk para pengunjung juga akan disiapkan dua teleskop luar angkasa dalam mengamati peristiwa kulminasi,” kata Hendra.

Hendra lanjut mengatakan, peristiwa titik kulminasi matahari di kawasan Tugu Khatulistiwa Pontianak juga bakal dihadiri oleh penduduk negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kulminasi matahari berupa peristiwa matahari berada tegak lurus di atas kepala manusia, yakni pada tanggal 21-23 Maret pukul 11.50 WIB, dan tanggal 21-23 September jam pukul 11.38 WIB.

Kulminasi matahari merupakan peristiwa alam yang hanya terjadi di lima kawasan di dunia, yakni; Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia dan Pontianak.

Leave a Reply