Selama Bulan Ramadhan, Wisata Air Mancur Sri Baduga Tidak Buka

Wisata Air Mancur Sri Baduga

Pemkab Purwakarta, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat, membuat sebuah edaran berkaitan dengan operasional Air Mancur di Taman Sri Baduga (Situ Buleud) selama puasa. Dalam edaran tersebut menyampaikan, selama Ramadan nanti, pertunjukan air mancur menari di lokasi wisata ini untuk sementara waktu ditutup.

“Pertunjukan air mancur Taman Sri Baduga mulai tak beroperasi akhir pekan depan,” ujar Kabid Pariwisisata, Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata, Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar, Kamis 10 Mei 2018.

Heri menjelaskan, untuk pertunjukan Air mancur masih bisa dinikmati masyarakat sekali lagi. Jadi, akhir pekan sekarang menjadi yang terakhir. Karena, mulai pekan depan pihaknya menghentikan dulu operasionalnya hingga sebulan ke depan.

“Nanti dibuka lagi setelah lebaran. Sekitar akhir Juni,” jelas dia.

Namun demikian, pihaknya tetap memperbolehkan jika masyarakat ingin mengunjungi taman-taman tematik yang ada di Purwakarta, termasuk ke Taman Sri Baduga. Misalnya, untuk sekedar jalan-jalan dan ‘Ngabuburit’.

“Kalau di malam hari tidak boleh ada aktivitas. Tapi, masyarakat masih bisa menikmati keindahan taman-taman yang ada di pagi dan sore hari. Misalnya, untuk sekedar jalan-jalan,” kata dia.

Sementara itu, Kasubag Keagamaan, Pendidikan dan Kebudayaan, Bagian Kesra Setda Purwakarta, Dindin Ibrahim Mulyana juga menyampaikan hal sama. Dia menjelaskan, pemerintah juga telah menyiapkan sebuah edaran yang berkaitan dengan aktivitas selama puasa.

Adapun edaran tersebut, kata dia, salah satu poinnya berisi larangan operasional bagi seluruh tempat hiburan malam (THM). Jadi, selama puasa para pengelola diminta untuk tidak menjalankan aktivitasnya.

“Kami sudah menyiapkan edaran ini. Kemungkinan, tersebut akan disebar pekan depan,” ujar Dindin.

Dindin menjelaskan, pemerintah sengaja mengeluarkan surat edaran tersebut. Tujuannya, supaya kekhidmatan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa tidak terganggu dengan kegiatan tersebut.

“Untuk sementara seluruh aktivitas hiburan malam masyarakat disetop dulu. Dalam hal ini,kami berharap para pengelola THM bisa menaati aturan tersebut,” tambah dia.

Di bagian lain, Kabid Trantibum Satpol PP Purwakarta, Beny Primiadi menambahkan, di momen puasa nanti jajarannya akan mengintensifkan operasi penyakit masyarakat (pekat). Misalnya, razia petasan, minuman beralkohol (mihol), dan menyiris lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi prostitusi terselubung.

“Kegiatan ini merupakan upaya cipta kondisi selama pelaksanaan puasa,” ujar Beny.

Beny kembali menambahkan, miras dan PSK masuk dalam kategori penyakit masyarakat. Sehingga, harus diminimalisasi. Apalagi, di bulan Ramadan nanti. Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar operasi pekat ini.

Operasi pekat ini, kata dia, tak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan. Tapi, seluruh wilayah pedesaan dan perbatasan juga akan disisir. Supaya, kekhidmatan puasa masyarakat tak terganggu dengan hal-hal negatif seperti itu.

Leave a Reply