Selain Di Mesir, Piramida Kuno Juga Ada Di 4 Lokasi Ini

Piramida Kuno

Hampir semua orang tidak asing lagi dengan nama piramida. Sebagai peninggalan kuno, Piramida memiliki peran besar dalam peradaban manusia.

Dikutip dari laman Bobo.grid.id, bentuk Piramida berupa limas segi empat dengan sisi-sisinya berbentuk segitiga diperkirakan meniru bentuk batu suci yang disebut benben.

Batu benben berada di kuil kota Heliopolis, pusat keagamaan utama Mesir Kuno. Batu benben juga menjadi simbol Dewa Ra, dewa Matahari pada masa Mesir Kuno.

Di dunia ini, ada ribuan Piramida dengan bentuk dan ukuran berbeda-beda yang tersebar di berbagai penjuru. Tak peduli asalnya, baik peradaban Mesopotamia, Mesir, atau Maya, Piramida masih berdiri kukuh meski sudah dimakan usia.

Kali ini TribunTravel.com merangkum empat Piramida kuno di seluruh dunia selain Piramida Mesir dari laman Smithsonianmag.com.

1. Chavin de Huantar, Peru

Kompleks kuil besar ini didirikan selama beberapa abad oleh orang-orang Chavin pra-Kolumbia. Mereka tinggal di dataran tinggi yang sekarang adalah wilayah Peru pada 900 hingga 200 SM.

Peninggalan ini mencakup kuil tua dan kuil baru, terbuat dari blok batu persegi panjang dan berbentuk seperti Piramida datar.

Piramida ini menggabungkan ukiran yang rumit, lorong-lorong dan saluran air yang kemungkinan digunakan untuk ritual keagamaan.

Meskipun sekarang sebagian besar hanya berupa reruntuhan, ukuran kompleks itu sangat mengesankan ketika ditemukan oleh penjelajah Spanyol abad ke-16. Sampai-sampai, si penjelajah percaya kompleks bangunan itu dibangun oleh ras raksasa kuno.

2. Teotihuacan, Meksiko

Tidak banyak yang diketahui tentang orang-orang yang menghuni Kota Teotihuacan di Meksiko tengah ribuan tahun yang lalu. Namun, orang-orang tersebut memiliki keterampilan arsitektur yang tinggi.

Kota mereka yang terencana mencakup wilayah seluas lebih dari tujuh mil persegi dan termasuk beberapa piramida. Satu Piramida yang paling mengesankan adalah Piramida Matahari.

Sisi-sisi pada petak dasarnya memiliki panjang sekitar 730 kaki atau 222,5 meter, dan lima lapis langkannya memiliki ketinggian lebih dari 200 kaki atau 60 meter.

Kota kuno Teotihuacan terletak di samping jalan utama kota, Avenue of the Dead, yang membentang ke selatan dari Piramida Bulan ke kompleks kuil besar.

3. Meroe, Sudan

Ada ratusan kuburan Piramida di wilayah Sudan tengah yang dulu dikenal sebagai Nubia dan sebagian besar dibangun dari batu pasir kemerahan. Sekitar 40 di antaranya berlokasi di Meroe, kota besar di kerajaan Kushite dari sekitar 300 SM.

Piramida Nubia berukuran lebih kecil daripada Piramida Mesir, dan lebih sempit. Seorang penjelajah Italia menghancurkan puncak dari banyak Piramida ini pada abad ke-19, tampaknya ia sedang mencari harta karun.

Meskipun telah mengalami penjarahan dan proses pelapukan selama bertahun-tahun, Piramida ini tetap menjadi pemandangan yang luar biasa.

4. Zigurat Ur, Irak

Kata ziggurat (kata Babel yang berarti ‘tinggi’ atau ‘luhur’) digunakan untuk menggambarkan kuil berjenjang seperti ini di Mesopotamia. Ziggurat dibangun untuk raja Sumeria Ur-Nammu pada pertengahan abad 21 SM.

Bangunan ini pernah memiliki tiga lantai batu bata bertingkat yang dihubungkan dengan tangga dan diatapi sebuah kuil untuk dewa bulan.

Namun, ziggurat semakin mengalami kerusakan dari waktu ke waktu dan dipulihkan oleh raja Babilonia Nebukadnezar II pada abad ke-6 SM.

Kemudian, proses restorasi dilanjutkan lagi oleh para arkeolog pada abad ke-20. Kini pangkalan udara Tallil atau Tallil Airbase terletak di situs ziggurat Ur tersebut.

Leave a Reply