Seekor Anjing Peliharaan di AS Tembak Majikannya dengan Pistol

Anjing

Hampir tak pernah ada pemberitaan tentang anjing yang menggigit manusia, kecuali jika hal tersebut berkaitan dengan penyebaran virus rabies atau menimbulkan luka parah.

Tetapi, ada seorang pria paruh baya di negara bagian Iowa, Amerika Serikat, melapor kepada panggilan darurat 911, bahwa dirinya ditembak oleh anjing peliharaannya saat sedang bermain di dalam rumah.

Seperti dilansir Asia One pada Senin (14/5/2018), pria bernama Richard Remme itu menyuruh anjing peliharaannya, Balew, seekor anjing persilangan antara pit bull dan labrador, untuk melompat ke pangkuannya.

Letika itu, dirinya tengah berbaring di sofa saat lompatan Balew tidak sengaja menarik pelatuk pada pistol berkaliber 9 milimeter, yang disimpan di tempat khusus yang ditaruh di ikat pinggangnya.

“Saya sedang berbaring di sofa, dan kami sedang mengoceh, saya dan Balew. Ketika saya menurunkan dari pangkuan, anjing saya kembali melompat ke pangkuan, dan tidak sengaja menginjak pelatuk pistol yang tergantung di pinggang saya,” cerita Remme kepada surat kabar The Messenger.

Kejadian ini memicu beberapa luka gores di beberapa bagian telapak dan jemari kaki, karena terserempet peluru.

Seketika, Remme pun langsung menelepon 911 dan melaporkan bahwa dirinya baru saja ditembak oleh seekor anjing.

Menurut Roger Porter, polisi setempat yang menerima laporan tersebut, pihaknya sempat berpikir bahwa Remme sedang bercanda. Tetapi, mendengarnya mengulang laporan dengan nada sangat serius, ia pun akhirnya menyadari bahwa ada hal yang tidak beres. Beberapa saat kemudian, tim medis langsung dikirim untuk memberi pertolongan.

Beruntung, Remme tidak mengalami luka yang fatal, dan pertolongan pertama yang dilakukannya secara mandiri, berhasil menghindarkannya dari risiko buruk.

Sementara itu, berdasarkan kesaksian asisten rumah tangga Remme, Cory Husske, terdengar suara letusan senjata api yang diikuti oleh suara kaing anjing.

“Saya kira Balew tertembak, tapi ternyata justru atasan saya,” ujar Husske.

Ia kemudian mengatakan bahwa hasil penyelidikan polisi “tidak dapat membuktikan atau membantah pernyataan laporan tentang peristiwa terkait”, sehingga kecil kemungkinan diberlakukan sanksi hukum.

Menanggapi kejadian ini, pendiri Moms Demand Action for Gun Sense di Amerika, Shannon Watts, mengatakan bahwa kejadian anjing menembak majikannya hanya terjadi di Negeri Paman Sam.

Shannon juga menyalahkan Remme yang membawa senjata api tidak pada tempatnya, sehingga hal itu memicu risiko kecelakaan personal.

Tidak dijelaskan bagaimana kondisi Balew pasca-kejadian tersebut, kecuali pengakuan Remme yang mengatakan bahwa anjingnya baik-baik saja.

Unggahan berita terkait yang beredar dengan cepat di dunia maya, turut memicu perdebatan warganet AS tentang urgensi kepemilikan senjata api oleh warga sipil.

Leave a Reply