Sastrawan Sufi Danarto Meninggal Dunia Tertabrak Motor

Danarto

Sastrawan Danarto meninggal lantaran tertabrak saat dirinya sedang menyeberang jalan di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (10/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Danarto diketahui tertabrak sepeda motor yang hendak melintas di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Danarto tertabrak saat ia hendak menyeberang untuk menuju ke salah satu bank di Kampung Utan, Ciputat, Tangerang Selatan.

Namun saat itu, satu motor yang dikendarai oleh seorang berinisial SL pun hendak melintasi jalur yang digunakan Danarto.

“Semula kendaraan yang dikendarai oleh saudara SL berjalan dari arah Polsek Ciputat menuju ke arah Lebak Bulus melewati jalan Ir Haji Juanda Ciputat, sesampainya dekat Showroom Mandiri Motor, terdapat pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang menuju ke BRI,” ujar Lalu kepada CNNIndonesia.com.

AKP Lalu kemudian mengatakan motor yang dikendarai SL pun tak sempat untuk berhenti sehingga terjadi kecelakaan.

“Korban dilarikan ke RS UIN dan dirujug ke RSUP Fatmawati,” tuturnya.

AKP Lalu mengatakan Danarto mengalami luka parah di bagian kepala.

Humas RS Fatmawati Atom Kadam pun membenarkan soal tewasnya Danarto akibat peristiwa tersebut. Danarto meninggal saat berada di IGD RS Fatmawati di usianya yang ke-77 tahun.

“Iya meninggal di IGD Fatmawati. Jenazah akan dibawa ke rumah duka Fatmawati,” tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Lahir di Sragen pada 27 Juni 1940, Danarto dikenal melalui karyanya, kumpulan cerpen Godlob. Kumpulan cerpen ia lainnya, Adam Ma’rifat, memenangkan Hadiah Sastra 1982 dari Dewan Kesenian Jakarta.

Selama hidupnya, Danarto sempat bekerja di majalah Zaman pada 1979 hingga 1985, lalu pada 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, dan mengikuti Festival Penyair International di Rotterdam, Belanda, pada 1983.

Leave a Reply