Sains Bisa Menjelaskan Mengapa Anjing Pug Punya Masalah Dalam Berjalan

Anjing Pug

Berbicara tentang anjing pug, imajinasi kita langsung dibawa pada anjing mini dengan wajah bulat yang memiliki kerutan, hidung peseng, dan mata bulat bola pingpong.

Anjing yang konon berasal dari China ini sangat kerap mengalami gangguan pernapasan. Matanya yang seperti akan copot juga tak jarang sakit.

Selain kedua hal itu, tahukah Anda anjing pug sebenarnya juga memiliki keanehan lain pada cara berjalannya?

Bagi pemilik anjing pug, silakan perhatikan sahabat Anda dengan seksama. Sebab, temuan terbaru dari ilmuwan Swedia mengatakan bahwa cara berjalan anjing pug yang tak lazim berhubungan dengan masalah kesehatan serius.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Vet Record didapat dari hasil pengamatan pada anjing pug berusia 1, 5, dan 8 tahun yang terdaftar di Swedish Kennel Club.

Para pemilik pug diminta untuk mengisi kuesioner terkait cara berjalan anjing mereka, apakah ada ketimpangan atau kepincangan, koordinasi yang buruk, kelemahan, atau masalah yang umum seperti tidak bisa melompat.

Selain itu, peneliti juga menanyakan apakah sahabat mereka memiliki kuku atau kulit yang tidak normal pada telapak kaki. Untuk menambah data dan pengamatan, peneliti meminta pemilik pug untuk merekam aktivitas anjing mereka.

Dari 550 jawaban pemilik anjing pug, hampir 80 persen pemilik berpendapat cara berjalan anjing mereka normal.

Namun, setelah para peneliti mengamati 59 video yang dikirim rupanya anggapan bahwa anjing pug berjalan normal salah. Peneliti menemukan sekitar 31 persen anjing pug mengalami kelainan cara berjalan.

Pertama kali anjing pug menunjukkan cara berjalan yang aneh umumnya terlihat pada usia 2 tahun. Ditunjukkan dengan kaki depan yang tak seirama dengan kaki belakang sehingga menyebabkan ketimpangan atau kepincangan.

Masalah ini sering dikaitkan dengan anjing pug mudah menjadi obesitas. Sayangnya para ahli tak menemukan hubungan antara kedua hal tersebut.

Menariknya masalah ini ternyata lebih serius dari yang diperkirakan banyak orang.

“Meski penelitian ini awalnya tidak bertujuan untuk membedakan ortopedi dari penyebab neurologis karenan kelainan cara berjalan, namun melihat daya yang dikumpulkan menunjukkan bahwa kelainan cara berjalan pada anjing pug berkaitan dengan kelainan neurologis dan ortopedi,” jelas peneliti dalam temuannya seperti dilansir dari IFL Science.

Para peneliti menyimpulkan bahwa kelainan gaya berjalan ini berkaitan dengan masalah kesehatan serius daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Leave a Reply