Rusia Singkirkan Spanyol, Moskow Pesta Semalaman Suntuk

Moskow

‘Rusia, Rusia, Rusia!’ Teriakan-teriakan tersebut membahana dan tak henti terdengar di Luzhniki Stadium sampai ke sudut jalan Kota Moskow. Rusia berpesta hingga larut usai mengalahkan Spanyol.

Rusia menyingkirkan Spanyol lewat drama adu penalti dengan kemenangan 3-2, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit di babak 16 besar, Minggu (1/7/2018) sore waktu setempat.

Begitu tembakan penalti Iago Aspas ditepis Igor Akinfeev, pecahlah stadion Luzhniki menyambut kelolosan Rusia. Euforia pun tak terbendung mengingat Rusia baru saja mencatatkan prestasi luar biasa di Piala Dunia.

Apalagi Rusia sebagai tuan rumah diragukan oleh para suporternya sendiri sejak awal turnamen ini. Maka hasil ini pun bisa menjawab keraguan yang ada.

Suporter Rusia pun lantas berteriak kegirangan menyambut kemenangan timnasnya. Mereka melompat-lompat, saling merangkul satu sama lain, dan berbagai hal yang bisa dilakukan untuk merayakan kemenangan ini.

“Tentu saja kami sangat senang dengan kemenangan ini. Tak ada yang menyangka kami bisa mengalahkan Spanyol. Ini luar biasa, semoga saja kami terus melaju,” ujar suporter wanita asal Rusia, Nina, usai pertandingan di stadion.

Pesta kelolosan Rusia ini rupanya tak hanya berlangsung satu, dua, atau tiga jam setelah pertandingan, tapi hingga larut malam. Di sudut-sudut kota Rusia khususnya di pusat kota, seperti di Red Square, Historical Museum, Kazan Cathedral, dan Nikolskaya Theatre dipenuhi ribuan suporter tuan rumah.

Menurut informasi yang didapat dari supir taksi yang kami tumpangi saat pulang sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat, pesta seperti ini biasanya akan berlangsung hingga pukul delapan pagi. Setelah itu, warga akan beraktivitas seperti biasa meski hari Senin sudah menunggu.

Spanyol Disingkirkan Rusia, Fabregas Speechless

Spanyol disingkirkan Rusia di babak 16 besar Piala Dunia 2016. Hasil itu membuat Cesc Fabregas tak bisa berkata-kata.

Dalam pertandingan di Luzhniki Stadium, Minggu (1/7/2018) malam WIB, La Furia Roja kalah adu penalti dari tim Beruang Merah. Saat tos-tosan, mereka kalah 4-3.

Selama 120 menit, Spanyol gagal membongkar pertahanan Rusia. Skor pertandingan 1-1, tim asuhan Fernando Hierro itu unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri Sergei Ignashevich. Rusia bisa menyamakan kedudukan via gol penalti Artem Dzyuba di menit ke-41.

Spanyol mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola 74 persen. Rusia bisa menahan gempuran Spanyol, yang melepaskan sembilan tembakan on target.

Fabregas, yang tak masuk skuat Spanyol ke Piala Dunia 2018, terkejut dengan tersingkirnya Spanyol di babak 16 besar. Sebabnya, dia menilai tim matador mempunyai kualitas yang jauh di atas Rusia.

“Saya tak bisa berkata-kata, saya mengharapkan pertandingan yang berbeda di hari ini. Saya pikir Spanyol merupakan tim yang lebih bagus dibandingkan Rusia,” kata Fabregas di BBC.

“Rusia mempunyai rencana yang mana bermain hingga babak adu penalti dan berdoa, dan itu membuahkan hasil.”

“Andres Iniesta tak layak meninggalkan timnas seperti ini, ini bisa saja menjadi laga terakhirnya bersama Spanyol,” dia menambahkan.

Rekor Ramos di Kekalahan Spanyol

Timnas Spanyol tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah adu penalti dari Rusia. Di saat bersamaan, Sergio Ramos menyamai rekor penampilan Iker Casillas.

Ramos turun sebagai starter saat Spanyol menghadapi Rusia dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Minggu (1/7/2018) malam WIB.

Itu sekaligus menandai penampilannya yang ke-17 di pertandingan Piala Dunia terhitung pada 2006, 2010, 2014, dan 2018. Catatan tersebut menyamai Casillas, yang tampil di Piala Dunia 2002, 2006, 2010, dan 2014.

Catatan Ramos di Piala Dunia kali ini dipastikan tidak akan bertambah lagi. Hal itu tak lepas dari kekalahan La Furia Roja dari Rusia dalam drama adu penalti.

Meski menjadi pemain Spanyol yang paling banyak tampil di Piala Dunia, catatan Ramos dan Casillas masih kalah dengan Lothar Matthaeus. Mantan pemain asal Jerman itu sudah membuat 25 caps dari lima edisi Piala Dunia.

Di belakang Matthaeus ada Paolo Maldini (Italia – 23 kali), Diego Maradona (Argentina – 21 kali), Uwe Seeler (Jerman – 21 kali), dan Wladyslaw Zmuda (Polandia – 21 kali).

Leave a Reply