Riko Simanjuntak Ajak Persija Lupakan Kekalahan Dari Madura United

Persija

Persija Jakarta secara mengejutkan dikalahkan Madura United dalam lanjutan kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 bersama BukaLapak di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/5/2018).

Winger Persija, Riko Simanjuntak, mengaku ingin melupakan kekalahan pertama timnya itu di SUGBK musim ini. Dia berharap rekan-rekan setimnya segera bangkit di pertandingan berikutnya.

Dua gol Madura United yang bersarang di gawang Persija dicetak Fabiano Beltrame pada menit kedua dan Zah Rahan Krangar pada menit ke-79. Ini menjadi kekalahan pertama Macan Kemayoran di SUGBK sejauh musim ini.

Riko Simanjuntak menjelaskan, para pemain Persija tidak perlu larut dari kekalahan tersebut. Apalagi, tim asuhan Stefano Teco Cugurra harus menjamu Home United di leg kedua semifinal Piala AFC 2018 Zona Asia Tenggara, 15 Mei 2018 di SUGBK.

“Saya mewakili pemain Persija hanya bisa mengatakan, saya mengetahui kami kalah dalam pertandingan ini. Tapi, saya tidak ingin terlalu memikirkannya,” ungkap Riko, seperti dilansir situs resmi Persija.”Kompetisi ini masih panjang, jadi kami akan melupakan saja kekalahan ini dan menatap terus ke depan,” terang mantan pemain Semen Padang ini.

Belum lama ini, Riko menerima dua penghargaan dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia dan Pengurus Pusat The Jakmania. Riko berharap dua penghargaan itu menambah motivasinya di lapangan untuk selalu tampil bagus bersama Persija.

Saat ini Persija menduduki posisi kedelapan klasemen sementara Liga 1 2018. Persija mengoleksi 10 poin dari enam pertandingan.

Pelatih Persija Bantah Remehkan Madura United

Persija Jakarta dinilai meremehkan Madura United pada pekan delapan Go-Jek Liga 1 bersama BukaLapak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Sabtu (12/5/2018).

Turun dengan mayoritas pemain lapis kedua, Persija takluk 0-2 dari Madura United. Klub Ibu Kota itu menyimpan banyak pilarnya demi leg kedua semifinal AFC Cup 2018 Zona ASEAN melawan Home United pada Selasa (15/5/2018).

Pelatih Madura United, Milomir Seslija menganggap tuan rumah menyepelekan kekuatan timnya dengan banyak memainkan skuat lapis kedua. Tapi, Stefano Cugurra Teco selaku arsitek Persija berdalih persiapan timnya sangat mepet.

Mengingat, Macan Kemayoran harus mengalahkan Home United untuk melaju ke final AFC Cup Zona ASEAN. Apalagi, Ismed Sofyan dan kawan-kawan tertinggal 2-3 secara agregat.

“Tapi kita respek dengan Madura United. Mereka sudah menang, ya sudah. Sekarang kita fokus melawan Home United. Kita cuma memiliki dua kali latihan, pasti lebih penting AFC Cup,” ujar Teco.

“Semua tim Indonesia saya pikir harus lebih serius bermain di kompetisi, seperti internasional (AFC Cup). Kami bawa nama Indonesia juga. Kalau mau sepak bola Indonesia maju, klub harus memiliki prestasi di skala internasional,” katanya menambahkan.

Berhasil mengalahkan timnya, Teco tidak sungkan melempar pujian kepada Madura United. Armada Milomir Seslija tersebut dianggapnya sebagai klub yang berkualitas.

“Saya respek dengan Madura United. Kita tahu pemain Madura United semua punya kualitas bagus. Kita respek. Kita juga kerja keras di dalam lapangan,” imbuh Teco.

Teco memang banyak menyimpan pilarnya saat kalah dari Madura United. Tidak hanya itu, Macan Kemayoran juga kehilangan beberapa pemain andalannya yang tengah bergelut dengan cedera.

Andritany Ardhiyasa dan Addison Alves mengalami cedera. Adapun, Marko Simic, Riko Simanjuntak, dan Ramdani Lestaluhu baru dimainkan pada paruh kedua saat tengah tertinggal 0-1. Selain itu, Rohit Chand tidak ikut dalam skuat tanpa alasan yang jelas.

“Saya punya enam pemain yang cedera. Kita harus pasang pemain lain. Pemain lain sudah kerja keras, tapi kita kalah,” tutur arsitek berusia 43 tahun itu.

Persija Berniat Laporkan Wasit Laga Kontra Madura United

Direktur Utama Persija Jakarta, I Gede Widiade kecewa dengan kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri saat timnya menjamu Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/5/2018). Pada partai pekan kedelapan Go-Jek Liga 1 bersama BukaLapak itu, tuan rumah tumbang 0-2.

Gede menyebut Thoriq membuat banyak kesalahan. Pertama, kala Persija dijatuhi hukuman penalti di menit ke-2. Menurutnya, pemain Persija tidak ada yang melanggar Bayu Gatra.

“Coba Anda lihat, saya minta manajer dan pelatih komplain soal wasit. Bayu Gatra tidak diambil (dari belakang). Valentino (Telaubun) posisi off. Bayu Gatra jatuh sendiri saat menendang tanah,” ujar Gede.

Kedua, Gede menilai Persija seharusnya dihadiahi tendangan penalti saat bek Madura United, Beny Wahyudi, menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti. “Kedua itu handball. Jelas, di televisi kelihatan si Beny Wahyudi,” imbuh Gede.

Kesalahan Thoriq lainnya, tambah Gede, adalah ketika winger Persija Riko Simanjuntak yang dijatuhkan di kotak 12 pas tidak dianggap sebagai pelanggaran. “Seharusnya penalti. Kita komplain berdasarkan bukti, gambar, dan video,” tuturnya.

Gede mengaku membawa rekaman pertandingan untuk membuktikan keputusan Thoriq banyak yang tidak tepat. Pengusaha asal Surabaya tersebut menilai timnya banyak dirugikan.

“Di luar manusiawi, kita harus komlain. Demi kebaikan bersama. Seharusnya dapat penalti, malah tidak,” kata Gede.

Terkait dianulirnya gol Ramdani Lestaluhu di menit ke-74, Gede maklum. Pria berkacamata itu memang melihat anak buahnya telah berdiri di belakang pemain terakhir lawan.

“Kalau Ramdani masuk, itu jelas offside. Yang seperti itu kita memahami.”

Gede menyebut Persija tidak seharusnya dapat menelan kekalahan. Pasalnya, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut bertanding di kandang sendiri.

“Sangat menyesal. Seharusnya tidak perlu kalah,” ujar Gede.

Leave a Reply