Resmi Dilepas MU, Ibrahimovic Gabung LA Galaxy?

Ibrahimovic

Berakhir sudah karier Zlatan Ibrahimovic di Manchester United. Bomber Swedia itu telah setuju untuk mengakhiri kontraknya lebih awal.

“Semua orang di klub ingin berterimakasih kepada Zlatan atas kontribusi dia kepada tim sejak kedatangan dia dan mengharapkan yang terbaik kepada dia untuk masa depan,” bunyi keterangan di situs resmi MU.

Kontrak Ibrahimovic dengan MU seharusnya baru akan tuntas di akhir musim 2017/18. Namun, Ibra menjalani musim ini dengan sulit akibat cedera lutut parah yang dialaminya pada akhir musim lalu.

Sejak saat itu, Ibra hanya bermain tujuh kali dan belum merumput lagi setelah MU ditahan Burnley 2-2 di pertandingan Boxing Day Premier League.

Selama sekitar 1,5 musim bersama Setan Merah, penyerang berusia 36 tahun ini telah mencetak 29 gol dalam 53 penampilan di semua kompetisi. Ibra menjadi pemain penting dalam sukses MU menjuarai Piala Liga dan Liga Europa 2016/17.

“Banyak hal hebat juga berakhir dan sekarang waktunya untuk terus berjalan setelah dua musim yang fantastis dengan Manchester United,” tulis Ibrahimovic di Instagram. “Terima kasih kepada klub, fans, tim, pelatih, staf, dan semua orang yang berbagi denganku dalam bagian dari sejarahku. #foreverred.”

Pemutusan kontrak ini bukan berarti Ibra akan gantung sepatu. Mantan pemain Ajax, Juventus, Inter Milan, AC Milan, dan Paris St. Germain itu santer dikabarkan akan melanjutkan kariernya ke MLS bersama LA Galaxy.

Ibra Dikabarkan Merapat ke LA Galaxy

Zlatan Ibrahimovic dan Manchester United telah sepakat mengakhiri kerja sama di Old Trafford. Ibra dikabarkan akan melanjutkan kariernya ke LA Galaxy.

Usai sudah kebersamaan MU dengan Ibra yang hampir berjalan dua tahun. Kepastian itu didapat setelah The Red Devils menyampaikannya lewat rilis di situs resminya. Kedua belah pihak sepakat mengakhiri kontrak lebih awal yang mulanya baru habis pada akhir musim ini.

Keputusan ini semakin mengencangkan kabar bahwa Ibra akan melanjutkan karier di Liga Amerika, Major League Soccer, bersama LA Galaxy. Menurut laporan Sports Illustratred, bomber Swedia berusia 36 tahun itu sudah menandatangani kontrak sampai 2019.

Ibra nantinya akan mendapat bayaran 1,5 juta dolar Amerika per tahun (Rp 20,5 miliar). Pengumumannya akan dilakukan LA Galaxy pada Jumat (23/3/2018) waktu setempat dengan pemberitaan satu halaman penuh di Los Angeles Times.

Striker 36 tahun itu baru akan tiba di California Selatan minggu depan, mungkin pada Rabu atau Kamis.

Bursa transfer MLS sendiri masih dibuka hingga 1 Mei 2018 dan bila Ibra meresmikan kepindahannya pekan ini, dia bisa melakoni debutnya untuk LA Galaxy pada 31 Maret melawan Los Angeles FC.

Sejak didatangkan MU pada musim panas 2016 dari Paris Saint-Germain, Ibra berhasil memenangi tiga trofi, yakni Piala Liga, Community Shield, dan Liga Europa. Total Ibra sudah main sebanyak 53 kali dengan mencetak 29 gol diseluruh ajang.

Mourinho: Orang-Orang dengan Otak dan Akal Sehat Paham MU Sedang Masa Transisi

Manchester United disoroti tajam usai tersingkir di Liga Champions. Ditambah dengan kegagalan bersaing di Premier League, kritikan mengalir deras.

MU tersingkir di babak 16 besar Liga Champions usai dikalahkan Sevilla 1-2 secara agregat. ‘Setan Merah’ amat disoroti usai hasil tersebut, terlebih mengingat secara komposisi pemain mereka lebih baik dari Sevilla.

Tersingkir dari Liga Champions juga berarti MU kini praktis hanya punya satu trofi untuk dikejar, yakni Piala FA. Anak-anak asuh Jose Mourinho akan menghadapi Tottenham Hotspur di babak semifinal.

Kritik untuk MU juga tak bisa dilepaskan dari fakta bahwa mereka gagal bersaing di Premier League. Meski menempati posisi dua sementara, MU tertinggal 16 poin dari Manchester City di posisi teratas dengan hanya delapan pekan tersisa.

Meski secara matematika masih memungkinkan untuk dikejar, namun secara realistif hal tersebut sulit terjadi. City bahkan baru kalah sekali dalam 30 pekan dan cuma berimbang tiga kali.

Mourinho mengakui paham dengan kekecewaan fans usai tersingkir di Liga Champions. Namun untuk di Premier League, dia menegaskan bahwa MU memang sedang dalam masa transisi dan sejak awal kalah siap dari City.

“Saya memahami rasa frustrasinya, saya paham dengan kesedihan karena tersingkir di Liga Champions. Tapi saya tak paham hal-hal di luar itu,” kata Mourinho kepada CNN.

“Di sejarah sepakbola seluruh dunia, bukan cuma di Inggris, Anda punya klub-klub terbesar dengan momen-momen transisi, Anda punya klub-klub terbesar dengan momen-momen keberlangsungan dan kemenangan permanen, dan inilah fase-fase di klub.”

“Dan saya pikir, sungguh pada saat ini melihat kami di Premier League, kami punya satu tim, tim yang jelas lebih siap dari kami dalam beberapa tahun terakhir untuk jadi nomor satu dan kami punya 18 klub di belakang kami. Satu di depan kami, 18 di belakang kami.”

“Tentu saja ke depannya kami ingin ada 19 klub di belakang kami, tapi inilah realitanya. Dan realita untuk orang-orang dengan otak, dengan akal, dengan akal sehat, dengan pengetahuan akan apa olahraga itu, adalah kami ada dalam momen transisi,” imbuhnya dilansir Soccerway.

Leave a Reply