Reaktor Nuklir Pertama Uni Emirat Arab Akan Beroperasi Akhir 2019

Reaktor Nuklir

Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan pada Rabu 4 Juli 2018 bahwa reaktor nuklir pertamanya akan dihidupkan sesuai jadwal pada akhir tahun 2019 atau awal 2020. Hal itu semakin menunda peluncuran stasiun pembangkit nuklir pertama di dunia Arab itu.

“Pembangunan reaktor pertama dari empat reaktor pembangkit Barakah bernilai 20 miliar dolar itu telah diselesaikan sebelum operasi menjelang akhir tahun 2019 (atau) awal 2020,” ujar Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC), seperti dikutip kantor berita negara itu, WAM yang diberitakan VOA Indonesia, Kamis (5/2018).

Reaktor nuklir pertama itu semula akan dihidupkan sesuai jadwal tahun lalu, tetapi peluncuran tersebut awalnya ditunda sampai tahun 2018 supaya cukup waktu bagi pihak berwenang memberi persetujuan dan menuntaskan pemeriksaan keselamatan.

Tidak disebutkan alasan penundaan baru itu.

ENEC, badan usaha milik negara, mengatakan reaktor kedua sudah 93 persen selesai, yang ketiga, 83 persen tuntas dan yang keempat, 72 persen selesai.

Kalau sudah beroperasi penuh, menurut kementerian energi, keempat reaktor nuklir itu bisa menghasilkan 5.600 megawatt listrik, sekitar 25 persen kebutuhan listrik UAE.

Energi nuklir dan terbarukan ditargetkan menyumbang sekitar 27 persen listrik UEA menjelang tahun 2021.

UEA menginginkan 50 persen energinya dihasilkan oleh sumber-sumber bersih menjelang tahun 2050.

Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar dunia, berencana membangun hingga 16 reaktor nuklir, tetapi proyek-proyek tersebut belum terwujud.

Leave a Reply