Pria Ini Menjual Secara Online Burger Dan Kentang Goreng Berusia 6 Tahun

Burger Dan Kentang Goreng

Burger dan kentang goreng biasanya dijual dalam keadaan hangat dan baru diangkat dari panggangan. Roti isi daging, acar, keju, dan saus serta mayonais tersebut rasanya begitu gurih bercampur dengan pedas dan manis, menggiurkan.

Akan tetapi, tidak semua burger dan kentang goreng dijual dalam keadaan fresh from the oven. Sebab, ada seorang pria asal Ontario, Kanada melakukan hal yang tidak wajar.

Bagaimana tidak, pria bernama Dave Alexander tersebut membeli satu porsi burger dan kentang goreng di sebuah restoran cepat saji, kemudian membuat sebuah eksperimen yang hasilnya tidak terduga. Melansir dari laman Buzz Feed, Selasa (17/7/2018), Dave dan putrinya membeli burger dan kentang goreng pada 7 Juni 2012, kemudian Dave membuat eksperimen legenda urban, burger keju McDonald tidak cepat rusak.

“Saya membuka bungkusnya, lalu menyusunnya kembali, dan meletakkan burger dan kentang goreng di dalam sebuah rak, lalu menunggunya,” katanya.

Selain itu, Dave juga membandingkan burger keju bikinannya sendiri. Ternyata setelah sama-sama disimpan, kedua burger tersebut menunjukkan perbedaan dari penampakannya.

Pada kentang goreng yang dibuat Dave berubah seperti arang. Sementara itu, roti pada burgernya masih tampak sempurna.

“Kentang goreng dari restoran terlihat seperti saya membelinya pagi ini dan kedua roti itu bertahan dengan sempurna, sementara yang buatan sendiri terlihat agak kasar, tapi masih tergantung di sana,” katanya.

Ia melanjutkan, keju cheddar yang Dave gunakan pada dasarnya hancur dan berubah menjadi rapuh. Daging pada yang buatan sendiri telah berubah menjadi sesuatu yang tidak diketahui bentuknya. Tampaknya batu keras, tetapi Dave takut untuk menyentuhnya.

“Daging dari burger restoran jelas mengalami dehidrasi dan karena itu sudah sangat tipis, tetapi sebaliknya terlihat seperti daging patty yang tipis. Yang sangat gila adalah kita hidup di ladang. Lalat adalah bagian dari kehidupan. Dalam enam tahun, kita tidak pernah melihat seekor lalat atau apa pun, mendarat di cheeseburger atau kentang goreng. Aneh.”

Singkat cerita, burger dan kentang goreng dari restoran cepat saji itu pun dijual secara online di sebuah e-commerce seharga 51 USD, yang setara pula dengan Rp700 ribu lebih. Penjualan burger dan kentang goreng berusia 6 tahun tersebut pun akan segera berakhir pada 6 hari lagi.

Leave a Reply