Prancis Sejajar Dengan Uruguay Dan Argentina Setelah Juarai Piala Dunia 2018

Kemenangan telak atas Kroasia mengantar Prancis merebut titel juara dunia keduanya. Hasil ini menempatkan Prancis setara pencapaian Uruguay dan Argentina.

Pada final di Luzniki, Minggu (15/7/2018), Les Bleus mengukukuhkan diri sebagai juara Piala Dunia 2018 setelah mengandaskan Kroasia 4-2. Keunggulan Prancis dibuka setelah striker lawan Mario Mandzukic membobol gawangnya sendiri di menit ke-18.

Hanya 10 menit berselang, Kroasia membalas lewat gol indah Ivan Perisic. Usai bikin gol, Perisic justru menghadiahi Prancis tendangan penalti karena melakukan hand ball. Antoine Griezmann maju sebagai aljogo dan sukses mengirim kiper Danijel Subasic ke arah yang salah. Skor 2-1 untuk keunggulan Prancis bertahan sampai jeda.

Usai turun minum, Prancis makin tidak terhentikan. Paul Pogba dan Kylian Mbappe membuat Prancis mengungguli Kroasia 4-1, sampai 65 menit. Empat menit kemudian, Mandzukic memaksimalkan blunder Hugo Lloris untuk memperkecil ketertinggalan Prancis. Sekalipun tak cukup menghindarkan timnya dari kekalahan.

Keberhasilan ini mengakhiri penantian 20 tahun Prancis akan trofi Piala Dunia setelah pertama merebutnya di 1998. Dengan demikian, Prancis menjadi tim keenam yang meraih gelar ini lebih dari sekali.

Dua trofi ini mensejajarkan Prancis dengan jumlah trofi Uruguay (1930, 1950) dan Argentina (1978, 1986). Hanya Brasil (5), Jerman (4), dan Italia (4) yang meraih gelar juara dunia lebih banyak.

Daftar Lengkap Tim Pemenang Piala Dunia

1930 – Uruguay
1934 – Italia
1938 – Italia
1950 – Uruguay
1954 – Jerman Barat
1958 – Brasil
1962 – Brasil
1966 – Inggris
1970 – Brasil
1974 – Jerman Barat
1978 – Argentina
1982 – Italia
1986 – Argentina
1990 – Jerman Barat
1994 – Brasil
1998 – Prancis
2002 – Brasil
2006 – Italia
2010 – Spanyol
2014 – Jerman
2018 – Prancis

Apakah Wasit Tepat Memberi Kroasia Hukuman Penalti?

Final Piala Dunia 2018 diwarnai penalti yang memicu kontroversi. Apakah Kroasia pantas dihukum penalti? Atau wasit membuat keputusan yang salah?

Final Piala Dunia 2018 antara Prancis dan Kroasia dalam kedudukan 1-1 saat Ivan Perisic dicurigai menyentuh bola dengan tangannya dalam sebuah momen yang tercipta dari tendangan sudut. Wasit butuh beberapa saat sebelum menggunakan bantuan VAR untuk membuat keputusan.

Di depan layar VAR, wasit Nestor Pitana juga butuh waktu agak lama untuk membuat keputusan. Dia sempat akan beranjak kembali ke lapangan, namun kemudian kembali ke monitor VAR.

Sejurus setelah akhirnya kembali masuk lapangan, dia langsung menunjuk titik putih di dalam kotak penalti Kroasia. Dia menganggap Perisic telah melakukan pelanggaran karena menyentuh bola menggunakan tangan.

Melihat tayangan ulang kejadian tersebut, banyak yang menilai wasit membuat keputusan yang tidak tepat. Beberapa yang menentang penalti menganggap Perisic tidak dengan sengaja menyentuh bola menggunakan tangan, selain itu dia juga tak punya waktu yang cukup untuk menggerakkan tangan menghindari laju bola.

“Tidak mungkin keputusan konyol seperti ini terjadi di final (Piala Dunia). Itu tidak pantas terjadi setelah turnamen (hebat) yang kita dapatkan di Rusia ini,” cetus mantan striker Timnas Inggris, Alan Shearer.

“Kroasia telah tampil brilian dan mereka kalah karena tendangan bebas yang seharusnya bukan tendangan bebas dan penalti yang sebenarnya bukan penalti,” lanjut dia dikutip dari BBC.

Pernyataan senada dilontarkan mantan striker dan pelatih Timnas Jerman, Juergen Klinsmann. Dia menilai wasit pada awalnya ragu mengambil keputusan, namun kemudian menyatakan telah terjadi pelanggaran.

“Saat Anda tidak yakin Anda tidak boleh memberikannya. Itu keputusan yang salah,” ucap Klinsmann.

Kritik terhadap kerja wasit yang buruk di babak pertama juga dilontarkan Rio Ferdinand. Sama seperti Shearer, Ferdinand menyebut wasit membuat dua kesalahan.

Pada gol pertama Prancis, yang diawali tendangan bebas dan berujung gol bunuh diri Mario Mandzukic, sebenarnya tidak terjadi pelanggaran. Tayangan ulang memperlihatkan Marcelo Brozovic tidak menyentuh Griezmann, meski pemain depan itu kemudian terjatuh.

“Dua keputusan yang buruk telah mengubah jalannya pertandingan sejak awal,” timpal Ferdinand.

Leave a Reply