Pondok Gaming BarracX Perwakilan Indonesia di Turnamen Major DotA 2

Saat ini perkembangan dunia eSports di Indonesia memang belum sebesar negara-negara maju. Tetapi, satu demi satu tim eSports asal Indonesia mulai memperlihatkan kemampuannya.

Belum lama ini tim eSport Elite8 Esports mewakili Indonesia dalam turnamen dunia Vainglory World Championship 2017. Walaupun perjalanan Elite8 Esports harus terhenti di babak awal turnamen, mereka telah berusaha semaksimal mungkin mengharumkan nama bangsa.

Setelah Elite8 Esports, sekarang giliran tim eSport Pondok Gaming BarracX yang akan mencoba kemampuan mereka pada ajang turnamen internasional DotA 2. Bertajuk Galaxy Battle Season 2, turnamen ini merupakan salah satu turnamen major yang telah masuk dalam kalender ‘DotA 2 Pro Circuit’.

Turnamen major ini akan menjadi yang pertama diadakan pada 2018. Turnamen DotA 2 ini akan digelar pada 15-21 Januari 2018 di Philipine Arena. Tempat ini merupakan arena indoor terbesar di dunia yang terletak di Bulacan, Filipina.

Namun, sebelum maju menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang turnamen gaming berskala internasional itu, tim yang berisikan Muhammad ‘Lesserblue’ Syifa, Baringin ‘bfl’Ferdinan, Rivan ‘Brishbrish’ Aji, Ramzi ‘Ramz?’ Bayhaki, dan Muhammad ‘Heaven’ Firdaus ini harus melewati tantangan yang cukup berat. Mereka harus menjalani serangkaian pertandingan melawan tim-tim eSport tangguh lainnya yang ada di Indonesia.

Syifa mengatakan, untuk bisa menjadi perwakilan Indonesia, mereka harus berjuang sangat keras.

“Awalnya, salah satu tim dari Supernova Grup perwakilan dari Yogyakarta, yang namanya Juggernout, mendapatkan slot untuk masuk ke main event Indonesian Qualifier. Hanya saja, pada saat pelaksanaan Indonesian Qualifier ini, mereka berhalangan hadir. Sehingga, kami yang juga sebagai salah satu perwakilan dari Supernova Grup, dari Pondok Gaming BarracX, ditunjuk oleh Supernova Grup untuk mewakili turnamen tersebut,” ujarnya.

Dalam Indonesian Qualifier ini, Pondok Gaming BarracX harus bertanding melawan 16 tim hebat yang ada di seluruh Indonesia. Akan tetapi, perjuangan mereka tidaklah sia-sia begitu saja. Hasil yang didapat sangat membanggakan.

“Mengikuti Indonesian Qualifier ini, kami harus bertanding sengit dengan sekitar 16 tim yang ada di Indonesia. Dan ini membuahkan hasil, dimana tim kami meraih juara pertama dan berhak untuk mewakili Indonesia dalam Qualifikasi Asia Tenggara yang bernama New Blood Championship. Di sana kami melawan tim tangguh dari Vietnam, Malaysia, Thailand, dan masih banyak lagi tim kuat dari perwakilan negara di Asean,” jelasnya.

Menariknya lagi, dalam New Blood Championship yang digelar di Jakarta, Pondok Gaming BarracX berhasil masuk ke final dan menantang Skyville, dari Filipina.

Namun, sangat disayangkan, Pondok Gaming BarracX harus kalah pada pertandingan final dan hanya menjadi runner-up.

“Walau harus kalah, karena adanya aturan bahwa juara dua bisa mendapatkan Wild Cards, sekarang kami di sini bisa menjadi perwakilan Indonesia di Turnamen Major Galaxy Battles di Filipina 2018,” ungkapnya.

Dengan mereka menjadi perwakilan dari Indonesia diharapkan bisa menjadi motivasi bagi anak muda Indonesia, yang dengan apapun talentanya, bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang Internasional.

“Kami ingin agar gamer Indonesia itu tidak dipandang sebelah mata. Hanya sekadar main, atau sekedar menghabiskan uang. Kami ingin nunjukin kalau gamer Indonesia itu bisa membawa wakilnya, untuk bisa ikut dalam turnamen internasional,” tambahnya.

Cloudia Levita, selaku Brand Ambassador dari Pondok Gaming BarracX meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia untuk tim ini.

“Support kita ya guys di turnamen Galaxy Battle di Manila. Minta doa dan dukungan penuh dari teman-teman di Indonesia, ya,” ujarnya.

Leave a Reply