Piala Dunia 2018, Gol Injury Time Menangkan Arab Saudi Atas Mesir 2-1

Piala Dunia 2018

Arab Saudi menutup perjalanannya di Piala Dunia 2018 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Mesir. Gol kemenangan Arab Saudi datang di masa injury time.

Laga yang mempertemukan Arab Saudi dengan Mesir di Volgograd Arena, Senin (25/6/2018) malam WIB, sudah tak berarti apapun. Keduanya sudah dinyatakan tersingkir dari Piala Dunia 2018 setelah kalah di matchday kedua Grup A.

Kedua tim tetap memperlihatkan ambisinya untuk meraih kemenangan. Mesir unggul duluan lewat gol Mohamed Salah di menit ke-22.

Tertinggal satu gol bikin Arab Saudi meningkatkan intensitas serangan. Gol penyeimbang yang dinantin pun datang di masa injury time babak pertama lewat eksekusi penalti Salman Al-Faraj.

Di babak kedua, Arab Saudi menciptakan banyak peluang. Namun, gol kemenangan mereka baru datang di injury time lewat kaki Salem Al-Dawsari.

Kemenangan ini membuat Arab Saudi mengakhiri Piala Dunia 2018 di posisi ketiga Grup A dengan tiga poin. Mesir menjadi juru kunci tanpa meraih poin, usai kalah di tiga pertandingannya.

Permohonan Maaf Mohamed Salah kepada Fans Mesir

Mesir gagal total di Piala Dunia 2018. Mohamed Salah pun mengucapkan permohonan maaf untuk para pendukung The Pharaohs.

Mesir takluk dari Arab Saudi dalam pertandingan pamungkasnya di Piala Dunia 2018. Pada laga di Volgograd Arena, Senin (25/6/2018) malam WIB, tim asuhan Hector Cuper itu kalah 1-2.

Mesir sempat unggul lebih dulu berkat gol Mohamed Salah pada menit ke-22. Keunggulan itu tak bisa dipertahankan usai Salman Al-Faraj membobol gawang Mesir lewat titik putih di menit-menit akhir babak pertama.

Sementara Salem Al-Dawsari mengunci kemenangan Arab Saudi dengan gol di masa injury time babak kedua.

Dengan hasil ini, Mesir pun pulang dengan tangan hampa. Di laga sebelumnya, mereka kalah dari Uruguay dan Rusia. Oleh karena itu, Salah merasa perlu meminta maaf pada para fans sembari berjanji segera bangkit.

“Kami ingin meminta maaf pada semua pendukung Mesir, yang datang ke sini untuk mendukung kami dalam tiga pertandingan. Saya tahu ini sulit buat mereka, seperti buat kami juga,” kata Salah di Independent.

“Saya hanya ingin bilang bahwa Mesir lolos ke Piala Dunia setelah 28 tahun, beberapa pemain tak mempunyai cukup pengalaman. Terima kasih untuk semuanya dan kita akan kembali lagi pada 2022,” dia menegaskan.

Mohamed Salah Jadi Korban Politik di Piala Dunia 2018

Penyerang timnas Mesir Mohamed Salah menjadi korban politik di Piala Dunia 2018 dan diisukan akan meninggalkan tim berjuluk The Pharaohs itu.

Rumor Salah akan hengkang dari tim asuhan Hector Cuper tersebut mencuat setelah diundang makan malam pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, di kediamannya di Grozny pada Jumat (22/6). Kadyrov telah memimpin Chechnya sejak 2004 dan menundukkan gerakan separatis yang memerangi tentara Rusia dalam dua dekade terakhir.

Kejadian tersebut kabarnya membuat Salah merasa tidak nyaman karena dirinya terlalu menjadi sorotan di Chechnya, demikian yang disampaikan salah seorang sumber kepada CNN. Salah yang menjadi pemain terbaik Liverpool musim 2017/2018 itu juga tidak ingin terlibat dalam topik di luar sepak bola atau bahkan dimanfaatkan untuk citra politik seseorang.

Dalam sebuah surat elektronik yang dikirimkan kepada CNN, Federasi Sepak bola Mesir mengaku terkejut dengan kabar Salah siap untuk keluar dari tim nasional Mesir usai pertemuan dengan Kadyrov. Pihak federasi mengatakan tidak pernah mendapat kabar tentang niat Salah tersebut.

“Kami selalu diberitahu oleh Salah ketika dia mengambil keputusan. Kami menghabiskan waktu bersama-sama sepanjang hari dan dia tidak pernah mendiskusikan isu ini dengan anggota delegasi mana pun,” tulis pernyataan dalam surat elektronik federasi tersebut.

“Kami ada di ajang olahraga [Piala Dunia] dan kami mengikuti prosedur FIFA, kami tidak berdiskusi tentang politik. Dan jika ada diskusi politik, hal itu mesti langsung [dibicarakan] kepada FIFA.”

Dalam kesempatan makan malam dengan Ramzan Kadyrov, Mohamed Salah juga diangkat menjadi warga kehormatan Cechnya. Penyerang 26 tahun itu pun disematkan pin sebagai tanda penghargaan yang didapat dari Kadyrov.

“Mohamed Salah adalah seorang warga kehormatan Republik Chechnya! Itu benar!” kata Kadyrov dalam sebuah pernyataan di media sosial dikutip dari CNN.

“Saya juga memberikan Salah sebuah pin pada jamuan makan malam untuk menghormati timnas Mesir,” katanya menambahkan.

Dalam sebuah video dari RT, stasiun televisi berbahasa Rusia yang didanai pemerintah, memperlihatkan Salah tersenyum ketika Kadyrov sedang berpidato dan memasang pin di kerah baju pemain berusia 26 tahun itu.

Sebelumnya Salah juga terlihat berfoto dengan Kadyrov pada Minggu (10/6) jelang pertandingan pertama Mesir di Piala Dunia 2018 melawan Uruguay. Foto itu akhirnya menuai banyak kecaman karena menganggap Kadyrov yang diduga pelanggar hak asasi manusia menggunakan Salah untuk kepentingan politiknya.

Leave a Reply