Perwakilan Indonesia di Vainglory World Championship 2017 Gugur di Hari Pertama

Vainglory World Championship 2017

Gelaran Vainglory World Championship 2017 hari pertama berlangsung sangat panjang dan sangat seru. Namun, sayangnya perwakilan Indonesia, Elite8 Esport harus rela gagal melanjutkan perjuangan ke babak selanjutnya.

Tim Elite8 Esports gugur pada babak penyisihan grup. Tim yang beranggotakan Yoseph (ILOC), Fernanda (AnimeSaveMe), Baim (HundJaegers), Hein (officialhein) ini masuk dalam grup A, bersama dengan dua tim lainnya, yakni Cloud 9 (Amerika Utara) dan paIN Gaming (Amerika Selatan).

Dengan memakai sistem pertandingan Best of Two, lawan pertama yang dihadapi Elite8 Esports adalah Cloud 9, salah satu tim yang cukup disegani di Vainglory. Tim ini sudah pernah menjadi juara dua kali berturut-turut di turnamen Amerika dan Eropa.

Harus Melawan musuh yang memiliki popularitas tampaknya menjadi beban mental tersendiri bagi Elite8 Esports. Alhasil, mereka dibuat tidak mampu berkutik selama dua ronde permainan.

Menurut seorang analis Vainglory bernama Agus, sebagai tim kawakan mekanikal dan kekompakan dari Cloud 9 tidak diragukan lagi.

“Ronde pertama sebenarnya draft Elite8 Esports sudah bagus, cuma gameplay dari Cloud 9 yang selalu nge-push di jungle menjadi kendala. Jadi, buat ngimbangin agak sulit, sampai late game saja sulit,” ujarnya di Kallang Theatre, Singapura, Jumat (15/12/2017).

Tidak hanya mengenai push, perbedaan level dan gold juga menjadi faktor utama kekalahan. Pada saat itu Eilte8 Esports memiliki perbedaan gold sampai 10.000.

“Itu (gold) berpengaruh. Jangakan 10.000, beda 5.000 gold saja berpengaruh,” tambahnya.

Sementara itu, Yoseph salah seorang pemain dari Elite8 Esports yang kebetulan diposisikan sebagai cadangan mengakui bahwa timnya sudah kalah mental. Tetapi, dia pun merasa cukup heran dengan permainan Cloud 9 yang tampak sangat serius.

“Biasanya mereka orang selalu mengaggap remeh musuh. Maksudnya suka build item aneh-aneh. Nge-troll lah istilahnya. Tapi kali ini tidak,” jelas Yoseph.

Hal ini mungkin, menurut Yoseph, karena mereka melihat negara-negara asia secara tiba-tiba galak. Tuan rumah pun mendadak bermain dengan sangat luar biasa.

“Sementara tim kita sendiri sudah kalah mental lebih dulu ketika berhadapan dengan Cloud 9,” tambahnya.

Tidak jauh berbeda dengan penampilan saat melawan Cloud 9, permainan pasrah pun ditunjukan saat melawan paIN Gaming pada pertandingan kedua. Lagi-lagi mereka harus rela kalah dengan skor 2-0.

Elite8 Esports bukan satu-satunya tim yang gugur di babak penyisihan. Rox Armada (Korea Selatan) yang mantan juara dunia tahun lalu pun harus rela gugur, begitupula dengan Detonation Gaming. Tim yang gugur masing-masing mendapat hadiah USD 1.200 (Rp 16,2 juta).

Leave a Reply