Persela Lamongan Kalahkan Persija 2-0 Karena Gol Kontroversial

Persela Lamongan

Persela Lamongan memenangi laga kandang melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 2018. Diwarnai sebuah gol kontroversial, Laskar Joko Tingkir menang 2-0.

Menjamu Persija di Stadion Surajaya, Minggu (20/5/2018), Persela menang berkat gol Diego Assis pada menit ke-84 dan Shohei Matsunaga di injury time.

Berkat kemenangan ini, Persela naik ke peringkat kelima klasemen sementara Liga 1 2018 dengan perolehan 13 poin dari sembilan laga. Persija duduk di posisi ke-13 dengan sepuluh poin dari tujuh laga.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Persela punya peluang emas di awal babak kedua. Tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran Maman Abdurrahman terhadap Diego Assis.

Akan tetapi, peluang emas ini gagal dimaksimalkan. Matsunaga yang jadi eksekutor tak mampu menjalankan tugasnya dengan baik karena tembakannya melambung.

Tak berselang lama, giliran Persija yang menyia-nyiakan kesempatan bagus. Addison Alves berdiri bebas di mulut gawang, tapi tembakannya dari jarak dekat melayang di atas mistar.

Persela memecahkan kebuntuan pada menit ke-84 melalui gol Diego Assis. Setelah tendangan akrobatiknya hanya mengenai tiang gawang, penyerang asal Brasil itu menyambar bola muntah untuk mencetak gol.

Gol tersebut mendapatkan protes keras dari kubu Persija, yang menganggap Diego Assis mencetak gol dengan tangan. Protes keras dari Persija ini mengakibatkan pertandingan terhenti selama beberapa menit. Meskipun demikian, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Setelah pertandingan dilanjutkan, Persela memperbesar keunggulannya melalui gol Matsunaga di menit kelima injury time. Tembakan jarak jauh pemain asal Jepang itu berubah arah setelah mengenai kaki Jaimerson Xavier dan tak bisa dijangkau kiper Persija, Daryono.

Teco: Persija Kalah Lawan Wasit

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra Teco, menyebut timnya sudah bermain bagus pada laga melawan Persela Lamongan. Menurut Teco, Persija kalah melawan wasit.

Persija harus mengakui keunggulan Persela dengan skor 0-2 dalam lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Surajaya, Minggu (20/5/2018). Ini adalah kekalahan kedua secara beruntun yang diderita Persija, setelah sebelumnya mereka kalah dari Madura United di kandang sendiri dengan skor yang sama.

“Semua pemain Persija sudah kerja keras di dalam pertandingan. Di babak pertama, tim main menyerang dan Persela juga main menyerang. Kami juga punya peluang di babak pertama,” ujar Teco seusai laga.

“Di babak kedua, kedua tim sama-sama punya peluang di awal. Persela dapat penalti tapi gagal, sementara Persija juga mendapatkan peluang bagus tapi kami tidak bisa cetak gol,” imbuhnya.

Dua gol Persela yang bersarang di gawang Persija dicetak oleh Diego Assis pada menit ke-84 dan Shohei Matsunaga di injury time. Gol Diego Assis mendapatkan protes keras dari kubu Persija, yang menganggap striker asal Brasil itu mencetak gol dengan tangan. Protes ini mengakibatkan laga sempat terhenti selama beberapa menit. Tapi, wasit Annas Apriliandi akhirnya tetap mengesahkan gol tersebut.

Linesman sudah angkat bendera, tapi kenapa wasit tetap mengesahkan gol? Tapi, sekali lagi kita sedih sepakbola Indonesia seperti ini, di mana sudah lihat bendera linesman-nya benar benar gol pakai tangan,” ujar Teco.

“Pemain Persija bukan Playstation. Mereka punya emosi setiap hari kerja keras. Panas lapangan di sana untuk bisa raih hasil maksimal. Seperti saya bilang, Persela main bagus, tapi kami juga main bagus. Akan tetapi, kami kalah bukan lawan Persela tapi kami kalah lawan wasit,” semprot pelatih berusia 43 tahun itu.

Leave a Reply