Pernah Ke Bulan, Frank Borman Benci Dengan Luar Angkasa

Frank Borman

Pergi ke bulan atau menjelajah luar angkasa mungkin adalah impian banyak orang. Namun, seorang astronot yang pernah menginjakkan kaki di Bulan dalam misi Apollo 8 justru punya pandangan berbeda tentang perjalanannya.

Frank Borman adalah satu dari tiga astronot yang pergi ke bulan pada 1968. Bisa dikatakan, tim yang tergabung dalam misi Apollo 8 adalah kelompok manusia pertama yang meninggalkan orbit Bumi dan menjelajah sisi jauh Bulan yang misterius.

Jika kita memandangnya sebagai sebuah pencapaian yang mengagumkan, Frank Borman justru mengaku tidak tertarik dengan perjalanannya ke luar angkasa.

Dalam sebuah wawancara dengan This American Life, pria yang kini berusia 90 tahun itu memandang misi Apollo 8 sama saja seperti misi lain yang bertujuan mengalahkan Uni Soviet untuk bisa mencapai Bulan lebih dahulu.

“Saya ada di sana (Bulan) karena itu Perang Dingin. Saya berpartisipasi dalam petualangan Amerika mengalahkan Uni Soviet. Ya, itu adalah satu-satunya hal yang memotivasi saya untuk mengalahkan Rusia (dengan pergi ke Bulan),” ujarnya dalam sesi wawancara seperti dilansir¬†IFL Science,¬†Senin (3/9/2018).

Borman mengaku sama sekali tidak tertarik dengan ruang angkasa dan sama sekali tidak tersentuh saat melakukan perjalanan tersebut. Ia berkata, pengalaman kehilangan bobot mungkin hanya menarik selama 30 detik pertama, setelah itu semuanya sama saja.

“Mungkin saya adalah astronot terburuk yang pergi ke Bulan,” ujarnya.
Borman masih ingat pemandangan pertama saat ia dan timnya menginjakkan kaki di bulan. Baginya, pemandangan yang dilihatnya jauh dari indah dan tidak seperti dalam bayangannya.

“Semuanya rusak. Hanya ada kawah meteor dan tidak ada warna selain abu-abu,” kenangnya.

Baginya, satu-satunya hal menarik dalam perjalanan ke bulan adalah dapat melihat bentuk Bumi secara utuh dari atas cakrawala Bulan. Pemandangan ini pun diabadikan oleh rekan astronot Borman, Willian Bill Anders dalam sebuah foto.

“Saat saya melihat Bumi, saya teringat semua hal yang paling saya sayangi. Keluarga, istri, dan orangtua. Untuk saya, itu adalah puncak pengalaman tak terlupakan, dari segi emosional,” ujarnya.

Menjadi pengalaman biasa saja, mungkin wajar bila Borman tidak membagi cerita dan pengalamanya untuk orang lain, termasuk anak dan istrinya.
“Saya jarang menceritakan seperti apa bentuk bulan sebenarnya,” imbuhnya.

Borman pensiun dari NASA tak lama setelah ia terlibat dalam misi Apollo 8. Meski ia memiliki kesempatan untuk menjelajah bulan bila diminta di masa depan, tekadnya sudah bulat untuk menolaknya.

Menurutnya, ia lebih baik menjaga dan merawat istrinya yang saat ini mengidap penyakit Alzheimer ketimbang pergi ke bulan. Jadi, meski banyak di antara kita berpikir bahwa menjadi astronot menarik dan bermimpi bisa pergi ke ruang angkasa, ternyata tak semua orang menyukainya.

Leave a Reply