Pengemis Yang Terjaring Razia Di Tanah Abang Kantongi Uang Rp 8 Juta

Suku Dinas Sosial DKI Jakarta menggelar patroli Penyandang Masalah dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) di sejumlah titik di Jakarta, salah satunya di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Salah satu pengemis yang terjaring kedapatan membawa uang senilai Rp 8 juta.

Pengemis itu bernama Habidin (50) asal Jakarta. Saat diangkut Habidin tertidur di bawah pohon beserta gerobak yang berisi karung. Dia sempat menolak keras saat diangkut dan akhirnya dipaksa masuk kedalam mobil petugas.

Habidin dan para PMKS yang terjaring lalu dibawa ke Panti Sosial milik Dinsos. Saat di panti, Habidin diperiksa dan ditemukan uang Rp 150 ribu di sakunya. Kepada petugas, dia mengaku masih menyimpan uang di tempat lain.

Uang tersebut disimpan di dalam karung dan diletakkan di atas pohon tempat dia terjaring. Menurutnya uang tersebut didapat dari mengemis dan sesekali mendorong gerbak di Tanah Abang.

Petugas yang sempat tidak percaya akhirnya memutuskan untuk kembali ke lokasi dan mengecek pohon yang dimaksud. Betul saja ada karung yang di dalamnya terdapat kresek hitam yang berisi sejumlah uang. Karung tersebut dibawa ke panti dan dihitung bersama.

Uang itu terdiri dari pecahan dua ribuan, lima ribuan, limapuluh ribuan hingga pecahan seratus ribu. Total uang itu Rp 8.190.000

“Uang itu dari hasil mengemis sama bantu-bantu di Tanah Abang,” ucap Habidin.

Dia mengaku hidup menggelandang dan tidur di depan ruko atau di gerobak agar bisa hemat. “Kalau ngontrak sayang uangnya,” katanya.

Habidin dan para PMKS yang terjaring akan diberi pembinaan oleh Dinsos. Bila dianggap sudah cukup, mereka akan dilepaskan kembali dan dipulangkan ke kampung halamannya, bagi yang berasal dari luar Jakarta. Operasi PMKS ini dilakukan untuk mengamankan Ibu Kota menjelang peringatan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Leave a Reply