Penelitian Terbaru, Latihan Kebugaran Berpotensi Sembuhkan Depresi

Latihan Kebugaran

Sebuah makalah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Psychiatry, menemukan bahwa latihan kebugaran (RET), seperti angkat berat dan latihan kekuatan, terbukti berkaitan secara signifikan terhadap penurunan risiko gejala depresi.

Dikutip dari Time.com pada Kamis (10/5/2018), temuan tersebut tentunya ‘datang bersama’ manfaat fisik, seperti membuat tulang lebih kuat dan mencegah serangan penyakit kronis.

Menurut Brett Gordon, penulis sekaligus peneliti pascasarjana di departemen pendidikan jasmani dan ilmu olahraga di Limerick University, Irlandia, bukan berarti latihan kebugaran berperan sebagai obat depresi.

Ia menekankan temuan tersebut sebagai ‘aktivitas pendukung’ penyembuhan depresi, yang mudah diakses, terjangkau, dan sangat mungkin dilakukan di rumah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan aliran darah ke otak, latihan kebugaran dapat mengubah struktur dan fungsi otak, menciptakan sel-sel otak baru, dan memicu pelepasan bahan kimia yang meningkatkan suasana hati seperti endorfin.

Gordon dan rekan-rekannya menganalisa sebanyak 33 uji klinis — termasuk hampir 2.000 orang secara keseluruhan — terhadap efek latihan kebugaran terhadap berbagai gejala depresi.

Pada seluruh papan penelitian, mereka menemukan bahwa latihan kebugaran berkaitan dengan perbaikan gejala depresi, seperti pada kasus suasana hati yang murung, kehilangan minat dalam kegiatan, dan perasaan tidak berharga.

Seluruh faktor tersebut diuji klinis tanpa melihat usia seseorang, jenis kelamin, status kesehatan, dan latihan rutin tertentu.

Menariknya, masih menurut Gordon, perbaikan kondisi yang lebih besar ditemukan pada responden dewasa, yang memiliki gejala depresi cukup akut.

Sebaliknya, pada kelompok dewasa dengan gejala depresi ringan, cenderung tidak menunjukkan perubahan positif yang signifikan.

“Kemungkinannya adalah penderita depresi akut mendapat semacam ‘penyegaran’ ketika darah mengalir lancar ke otak, atau dengan kata lain, mendapat asupan oksigen untuk meregenerasi sel-sel penting,” ujar Gordon.

Meski begitu, peneliti tidak bisa menyebut satu regimen latihan kebugaran tertentu, yang dianggap terbaik, untuk mendukung kesehatan mental.

Namun, Gordon dan tim peneliti yang dipimpinnya, tetap menganjurkan untuk berlatih kebugaran secara kontinuitas selama rentang waktu 30-45 menit, setidaknya minimal dua kali seminggu.

Leave a Reply