Pelatih Basket Korsel: Wisma Atlet Asian Games Lebih Buruk Dari Penjara

Wisma Atlet

Wisma Atlet Kemayoran beberapa waktu mendapatkan keluhan dari salah satu kontingen atlet yang berlaga di Asian Games. Adalah pelatih bola basket Korea Selatan yang menyebut fasilitas Wisma Atlet lebih buruk dari penjara.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono menanggapinya dengan santai. Sambil tertawa, Basuki menyebut jika anggapan tersebut merupakan sesuatu yang berlebihan.

“Itu saya kira exaggerate (berlebihan) ya. Menurut saya ya. Nanti kalau saya ngomong nanti dikira¬†defense¬†lagi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Basuki bahkan mengaku baru dengar ucapan tersebut pada hari ini. Sebab belum laporan resminya atau pemberitaan yang menyebutkan hal tersebut sebelumnya.

“Tapi saya baru dengar itu artinya baru ditelusuri oleh Inasgoc,” ucapnya.

Meskipun begitu, lanjut Basuki, pihaknya tidak akan cuci tangan atau melindungi diri sendiri. Namun terlebih dahulu, pihaknya masih menunggu laporan resminya dari Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commuter (Inasgoc) sebagai panitia penyelenggara.

“Itu lagi ditelusuri oleh Inasgoc (mengenai fasilitas wisma atlet yang lebih buruk dari penjara),” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pelatih basket Korea Selatan (Korsel) yang mulai bertanding mengeluhkan buruknya fasilitas wisma atlet Kemayoran. Keluhahan pertama adalah karena fasilitas kamar yang terbilang sempit untuk pemain basket Korea yang rata-rata memiliki tinggi hampir 2 meter lebih.

Selain itu, ruangan di Wisma Atlet pun dikabarkan tidak memiliki kulkas dan televisi pribadi di setiap kamarnya. Selain itu, belum tersedia juga fasilitas tap water atau air minum dari kran. Yang lebih parahnya, bahkan pelatih Korea tersebut mengaku melihat banyak kecoak berkeliaran di kamar (Wisma Atlet Kemayoran).

Leave a Reply