Nintendo Switch Semakin Membuat Developer Game Tertarik

Nintendo Switch

Setelah sukses mencatatkan penjualan yang cukup tinggi, Nintendo Switch saat ini semakin menarik minat para developer game untuk berkreasi di konsol tersebut.

Sebuah laporan berjudul GDC State of the Game Industry yang diterbitkan oleh Game Developers Conference setiap tahunnya memperlihatkan peningkatan terhadap minat developer dengan NIntendo Switch.

Seperti pada tahun 2018 ini, dari 4.000 pengembang game yang menjadi responden, 36% diantaranya memilih Switch sebagai konsol yang paling menarik perhatian mereka. Angka tersebut membuat posisi Switch berada di atas Xbox One, platform mobile, dan virtual reality.

Selain itu, 12% responden juga mengatakan bahwa saat ini sedang mengerjakan proyek game pada platform tersebut, atau meningkat 3% dari laporan tahun sebelumnya, seperti dilansir The Verge, Minggu (11/2/2018).

Ditambah lagi, 15% dari para pengembang tersebut mengaku bahwa mereka sudah memiliki rencana untuk merilis game selanjutnya di Nintendo Switch. Angka tersebut merupakan peningkatan cukup signifikan, mengingat pada 2017 kemarin Switch hanya mendapat 5% dalam hal ini.

Meski begitu, hal tersebut masih belum mampu mengangkat posisi Switch jika melihat hasil survei secara keseluruhan. Jika melihat ketertarikan para pengembang, Personal Computer (PC) dan PlayStation 4 (PS4) masih tetap menjadi primadona, dengan masing-masing mendapatkan 59% dan 39% suara.

Kemudian, untuk proyek terkini para pengembang game tersebut, Switch masih sangat tertinggal jauh dengan platform-platform lainny, dengan PC kembali berhasil memuncaki daftar dengan perolehan 60% suara, disusul smartphone dan tablet (36%), PS4 (30%), serta Xbox One (26%).

Sedangkan untuk platform yang akan dituju para pengembang berikutnya, PS4 dan Xbox One menempati posisi satu dan dua dengan masing-masing mendapatkan 32% dan 29% suara.

Dengan Nintendo yang semakin bertumbuh lewat konsol Switch mereka, nasib sial justru harus diterima oleh industri virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).

Ketika ditanya mengenai apakah VR/AR akan menjadi bisnis yang berkelanjutan dalam waktu yang lama, 29% responden justru berkata tidak, meningkat dari tahun lalu yang hanya 25%.

Sementara itu, cara para developr dalam menghasilkan uang lewat game mereka pun beragam. 49% dari responden mengaku bahwa mereka fokus dalam mengerjakan game berbayar, yang mengharuskan user untuk membayar sebelum bisa mengunduh game tersebut.

Lalu, 39% responden mengatakan bahwa mereka lebih suka dengan mode free-to-play terhadap game-game yang mereka ciptakan. Sedangkan 20% dan 11% suara masing-masing mengarah pada pengembang yang mengisi game mereka dengan update DLC berbayar dan loot box.

Leave a Reply