Misteri Keturunan Kim Jong-un, dan Siapa Pewaris Takhta Korut?

Keturunan Kim Jong Un

Kehidupan pribadi dari pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un merupakan salah satu misteri yang sulit untuk diungkap. Rahasia Kim Jong-un tertutup dengan sangat rapat. Hingga saat ini, negara yang sangat menutup diri dan sangat mengontrol medianya tersebut, tidak pernah menyebutkan mengenai keturunan Kim Jong-un.

Namun, cerita yang berbeda didapat dari laporan intelijen Korea Selatan. Selain laporan intelijen Korea Selatan, cerita berbeda juga didapat dari cerita mantan pemain NBA, Dennis Rodman yang mengaku dekat dengan Kim Jong-un.

Seperti dilansir Newsweek, Kim Jong-un merupakan generasi ketiga yang memimpin Korea Utara. Dia juga merupakan pemimpin Korea Utara termuda, saat sang ayah mangkat pada tahun 2011 lalu.

Berbeda dengan ayahnya, Kim Jong-il, yang dididik secara matang untuk jadi pemimpin oleh kakeknya, Kim Il-sung, sebelum akhirnya duduk di puncak kekuasaan Korea Utara pada tahun 1994, Kim Jong-un tidak memiliki cukup waktu untuk dipersiapkan menerima mahkota kepemimpinan Korea utara.

Saat Kim Jong-un menduduki kursi kekuasaan — dengan melangkahi sang kakak tiri yang belakangan diduga dibunuh olehnya — Kim dilaporkan berusaha dengan sangat keras untuk mendapatkan rasa hormat dari kalangan orang-orang dekat ayahnya. Berdasarkan informasi intelijen Korsel, Kim melakukan reformasi bahkan melakukan kekerasan untuk mengusir loyalis Kim Jong-Il.

Hampir tujuh tahun menduduki kursi kekuasaan Korea Utara, Kim sukses mempertajam taringnya dan didukung kuat oleh militer.

Namun, banyak yang bertanya, apakah Kim Jong-un memiliki keturunan anak lelaki untuk meneruskan kursi kepemimpinan Korea Utara?

“Tentu saja dia punya,” ujar Cheong Seong-chang, seorang analis senior di Sejong Institute, Seoul.

Tidak lama setelah Korea Utara mengonfirmasi bahwa Ri Sol-ju merupakan istri Kim dan First Lady pada tahun 2012, Cheong mengatakan, keduanya telah menikah pada 2009.

“Dan Ri Sol-ju telah melahirkan anak lelaki pada 2010,” tambah Cheong.

Ketidakhadiran seorang Sol-ju dalam berbagai acara membuat banyak rumor beredar bahwa dia telah hamil lagi dan melahirkan. Tetapi, tak ada konfirmasi resmi dari Korut.

Meski begitu, pendiri North Korea Leadership Watch, Michael Madden, berseberangan dengan Cheong.

“Saya sangat skeptis dengan temuan Cheong dan klaim lain yang mengatakan bahwa Kim memiliki anak-anak, apalagi anak lelaki,” kata Madden.

“Jika Kim memiliki anak lelaki, dia pasti sudah mengumumkannya kepada dunia,” tambah Madden.

Klaim Madden bukanlah tanpa alasan. Sesuai dengan budaya patrilineal yang berlaku di Asia Timur, khususnya Korut, Kim Jong-un “wajib” memiliki keturunan lelaki yang nantinya akan menggantikan posisinya.

“Budaya tersebut membuat seorang pria dari Asia Timur akan bangga jika telah memiliki anak lelaki. Tapi, kenapa Kim tidak?”

Cerita lain mengenai anak Kim Jong-un berasal dari sumber yang sangat tak terduga.

Seorang pensiunan pemain NBA Dennis Rodman yang mengaku bahwa telah menjalin persahabatan dengan pemimpin Korea Utara usai pertandingan persahabatan bola basket pada bulan Februari 2013.

Saat Rodman kembali dari perjalanan kedua Korea Utara pada September 2013, dia mengaku tak hanya berjumpa dengan Kim dan Ri, tapi juga berjumpa dengan bayi perempuan mereka, yang sebelumnya tidak dikenal publik.

“Saya menggendong bayi mereka Ju Ae dan berbicara dengan Ri,” ujar Rodman kepada The Guardian, seraya memuji keterampilan pemimpin Korea Utara merawat anaknya.

“Dia ayah yang baik dan memiliki keluarga yang cantik.” tambah Rodman

Pada Agustus 2017, kabar mengenai anak ketiga Kim Jong-un beredar. Hal itu berdasarkan laporan intelijen Korea Selatan.

Namun, mata-mata Korsel tidak bisa menemukan informasi nama, kapan lahirnya, atau jenis kelamin si bayi.

Sampai saat ini keturunan darah daging Kim Jong-un masih menjadi pertanyaan.

Kim dipercaya akan berusia 34 tahun pada 8 Januari 2018 mendatang. Dengan begitu, usianya nyaris dua kali lebih muda dari Presiden AS, Donald Trump, musuh bebuyutannya.

Presiden Trump bersumpah akan segera menghentikan program nuklir Kim, tapi hingga satu tahun duduk di Gedung Putih, Kim Jong-un masih tetap melakukan sejumlah uji coba misil.

Permusuhan antara dua pemimpin ini belum ada tanda-tanda mereda. Trump sampai saat ini mengatakan opsi militer masih terbuka untuk menghentikan program senjata nuklir Korut.

Namun, Kim Jong-un juga sudah bersumpah, tidak akan menghentikan program nuklir selama masih ada ancaman dari AS.

“Tombol nuklir ada di meja saya setiap saat,” ujar Kim pada pidato tahun baru 2018.

Leave a Reply