Menggantikan ID, 3.000 Orang Swedia Menanam Microchip Dalam Kulit

Orang Swedia

Kehilangan dompet pasti menyakitkan, apalagi kalau isinya uang dan kartu identitas penting, seperti KTP dan SIM. Namun, hal itu bukan masalah buat orang Swedia.

Sebabnya, sudah banyak orang Swedia yang memanfaatkan teknologi dengan menanamkan microchip dalam kulit mereka sebagai pengganti kartu identitas. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasan selengkapnya!

1. Tiga ribu orang menanamkan microchip untuk mempermudah hidup

Dilansir dari businessinsider.sg, Agence France-Presse melaporkan sejak 2015 sudah ada kurang lebih 3.000 orang yang menanamkan microchip ke dalam kulit mereka. Microchip ini hanya berukuran sebutir beras saja!

Microchip ini bisa bertahan lima sampai sepuluh tahun. Adapun, teknologi biohacking sedang populer karena menghadirkan teknologi yang dapat terhubung dengan perangkat lain.

2. Biohacking menjadi populer karena Apple Watches dan Fitits

Sebenarnya, biohacking atau modifikasi tubuh dengan teknologi meningkat karena tahun-tahun belakangan banyak orang mulai memakai perangkat di tubuh, seperti Apple Watches dan Fitits.

3. Cara kerjanya mudah, cukup dengan melambaikan tangan saja!

Gak perlu lagi membuka dompet. Cukup dengan melambaikan tangan saja, mereka sudah bisa membuka kantor atau mengakses gym alih-alih menggunakan kartu kunci.

Gak hanya itu, mereka pun bisa dengan mudah mengakses kereta api tanpa perlu mengantre membeli tiket. Terdengar mempermudah hidup sekali ya?

4. Meski begitu, microchip ini belum bisa digunakan sebagai alat pembayaran

Dengan kecanggihan yang ada, ternyata microchip ini belum bisa digunakan untuk membeli barang-barang seperti fungsi kartu kredit. Namun, belum terungkap alasan mengapa fitur tersebut gak disematkan dalam microchip ini. Bahkan, sepertinya belum ada rencana untuk mengembangkannya.

5. Cara memasukkan microchip ini seperti menindik kulit

Mungkin kamu membayangkan kalo prosedur menanamkan microchip ini bakal mengerikan. Nyatanya, prosedurnya sederhana kok, seperti menindik kulit saja. Rasanya pun hanya terasa seperti disengat sedikit.

Namun, Ben Libberton, seorang ahli mikrobiologi di MAX IV Laboratory di Swedia Selatan menyampaikan bahwa proses implan ini bisa menyebabkan infeksi atau reaksi dalam sistem kekebalan tubuh.

6. Para penggunanya gak takut diretas loh!

Setiap perangkat teknologi pasti ada kemungkinan untuk bisa diretas. Namun para pengguna microchip gak takut jika alat mereka diretas atau dimata-matai karena sudah cukup canggih. Libberton, seorang ahli mikrobiologi menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan dan dibagikan oleh pengguna terlalu terbatas, sehingga mereka gak perlu takut diretas atau dimata-matai.

Gak menutup kemungkinan kalau di masa depan akan ada lebih banyak negara yang mengikuti jejak Swedia untuk mengimplan microchip sejenis. Gimana denganmu? Apa kamu juga tertarik untuk mengimplan microchip?

Leave a Reply