Menang Adu Penalti, Milan Tantang Juventus di Final Coppa Italia

Coppa Italia

AC Milan berhasil melaju ke final Coppa Italia. Rossoneri mengalahkan Lazio lewat adu penalti setelah dalam dua leg tidak tercipta satu pun gol.

Bermain di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (1/3/2018) dinihari WIB, Laziotampil dengan semangat tinggi dalam menekan Milan. Akan tetapi, solidnya barisan pertahanan Milan membuat Lazio kesulitan mencetak gol.

Milan bukannya tak punya peluang di laga ini. Tim besutan Gennaro Gattuso itu kerap menebar ancaman lewat serangan balik. Akan tetapi, beberapa kesempatan gagal berbuah gol karena penyelesaian akhir yang buruk.

Tak ada gol di waktu normal. Laga berlanjut ke extra time 2×15 menit setelah pada leg pertama laga juga berakhir dengan skor 0-0. Di babak tambahan kedua tim masih belum bisa mencetak gol.

Adu penalti akhirnya dilakukan untuk menentukan pemenang. Dalam adu penalti ini, Milan menang 5-4.

Di babak final Milan akan bertemu Juventus. Juventus lebih dulu lolos usai menyisihkan Atalanta dengan agregat 2-0.

Jalannya Pertandingan

Lazio memulai babak pertama dengan baik. Biancocelesti memaksa Milan untuk bertahan dengan pemainan umpan-umpan pendek.

Peluang pertama didapat Lazio pada menit keenam. Umpan lambung disambut sundulan Ciro Immobile. Bola mengarah keras ke gawang Milan namun bisa digagalkan lewat penyelamatan gemilang Gianluigi Donnarumma.

Lazio kembali mendapat kesempatan bagus untuk merobek gawang Milan di menit ke-17. Kesalahan Ricardo Rodriguez dalam memberikan umpan membuat bola dikuasai Sergej Milinkovic-Savic, namun sepakan Milinkovic-Savic masih menyamping ke sisi gawang Milan.

Selang semenit kemudian Milan gantian mengancam gawang Lazio. Patrick Cutrone menyambar bola rebound di depan gawang hasil sepakan Suso, namun bola mengenai tiang gawang sebelum memantul kembali ke arah Thomas Strakosha dan keluar lapangan.

Setengah jam laga berjalan, kedua tim mulai saling bergantian melakukan serangan di sisa waktu babak pertama. Akan tetapi, Lazio dan Milan tak mampu mencetak gol hingga turun minum.

Di babak kedua pertandingan lebih berjalan sangat terbuka. Ancaman berbahaya lebih dulu dilancarkan Milan di menit ke-55.

Suso mengirim umpan terobosan yang diterima Davide Calabria di dalam kotak penali. Calabria langsung melepaskan sepakan keras ke arah tiang dekat, namun Strakosha masih sigap menghadang laju bola.

Selang empat menit kemudian Milan kembali mengancam. Giacomo Bonaventura mengirim umpan pendek ke kiri kepada Hakan Calhanoglu, yang langsung melepaskan tembakan. Namun, sepakan kaki kiri Calhanoglu masih mengarah ke sisi gawang Lazio.

Lazio bukan tanpa perlawanan di paruh kedua. Tim besutan Simone Inzaghi itu dengan gigih melakukan pergerakan individu untuk membongkar pertahanan Milan. Cara tersebut kerap membuat lini pertahanan Milan jatuh bangun untuk menghentikan laju lawan.

Tempo pertandingan mulai menurun saat laga memasuki menit ke-80. Kedua tim terlihat lebih berhati-hati untuk tidak kecolongan. Alhasil, tak ada gol yang tercipta selama 90 menit. Laga berlanjut ke 2×15 menit.

Di babak pertama tambahan waktu tak banyak peluang yang tercipta. Satu-satunya peluang emas didapat untuk Milan lewat tendangan bebas jarak jauh Calhanoglu. Sedikit mengenai pagar hidup Lazio, bola mengarah ke pojok bawah gawang namun bisa ditepis oleh Strakosha.

Sementara itu, babak kedua tambahan waktu berlangsung sangat alot. Kedua tim lebih sering terlibat perebutan bola di area tengah lapangan. Hingga babak tambahan usai, tak ada gol yang tercipta pemenang pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Milan berhasil melaju ke babak final setelah menang 5-4 di babak adu penalti. Bonaventura, Fabio Borini, Leonardo Bonucci, Calhanoglu, dan Alessio Romagnoli berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, setelah dua penendang pertama, Ricardo Rodriguez dan Riccardo Montolivo, gagal.

Sementara itu, Immobile, Marco Parolo, Lulic, dan Felipe Anderson, menjadi eksekutor yang sukses menjalankan tugasnya untuk Lazio. Milinkovic-Savic, Lucas Leiva, dan Luiz Felipe Ramos jadi pemain yang gagal menjalankan tugas di Lazio.

Susunan Pemain
Lazio: Strakosha; Caceres (Felipe 69′), De Vrij, Radu; Marusic (Lukaku 93′), Parolo, Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Luis Alberto (F.Anderson 67′); Immobile.

Milan: G Donnarumma; Calabria, Bonucci, Romagnoli, Rodriguez; Kessie (Montolivo 96′), Biglia, Bonaventura; Suso (Borini 108), Cutrone (Kalinic 70′), Calhanoglu.

18 Kali ke Final Coppa Italia, Juventus Bikin Rekor

Juventus sukses melaju ke final Coppa Italia usai menyingkirkan Atalanta. Keberhasilan Juve lolos ke partai puncak membuahkan rekor.

Juve lolos ke final setelah menang 1-0 di leg kedua babak semifinal di Allianz Stadium, Rabu (28/2/2018). Berkat hasil itu, Bianconeri unggul 2-0 secara agregat atas Atalanta.

Ini akan menjadi final ke-18 Juve di Coppa Italia. Mereka pun tercatat sebagai klub yang paling sering tampil di final Coppa Italia, mengungguli AS Roma (17 kali).

Empat final terakhir dicapai Juve secara berturut-turut. Juve juga merupakan juara Coppa Italia dalam tiga musim terakhir secara beruntun.

Keberhasilan melaju ke final Coppa Italia menjaga harapan Juve untuk mengukir treble. Tim arahan Massimiliano Allegri itu juga masih berpeluang di Serie A dan Liga Champions.

“Atalanta adalah tim yang sangat bagus, mereka ada di semifinal dan menyulitkan banyak tim,” gelandang Juve Miralem Pjanic mengatakan kepada Rai Sport seperti dikutip Football Italia.

“Saya ucapkan selamat kepada Juve untuk bagaimana kami bermain musim ini dan kami sudah mencapai satu target penting,” dia menambahkan.

Di babak final, Juve akan menghadapi pemenang dari duel antara Lazio dan AC Milan.

Hadapi Juve di Final Coppa Italia, Donnarumma Usung Misi Pembalasan

Gianluigi Donnarumma akan menghadapi final Coppa Italia dengan motivasi berlipat. Kiper AC Milan itu ingin membalas kekalahan di final dua tahun lalu.

Milan melaju ke final usai menyingkirkan Lazio di semifinal. Tiket ke babak final tak didapat dengan mudah oleh Rossoneri.

Tim arahan Gennaro Gattuso itu harus berjuang hingga babak adu penalti setelah tak tercipta gol dalam dua leg laga semifinal. Milan akhirnya menang 5-4 dalam adu penalti di Stadion Olimpico, Kamis (1/3/2018) dini hari WIB.

“Kredit untuk seluruh tim atas performa yang luar biasa, karena kami bekerja sangat keras untuk mencapai final dan pantas mendapatkannya,” Donnarumma mengatakan kepada Milan TV seperti dikutip Football Italia.

“Kami adalah tim yang menakjubkan. Kami begitu padu, lawan sangat kesulitan membongkar kami. Pelatih membuat kami menjadi tim yang nyata, kami selalu bersama. Seperti yang pelatih katakan, tidak ada rasa lelah, itu cuma ada dalam pikiran.”

Di babak final, Milan akan melawan Juventus yang sudah lebih dulu lolos dengan menyingkirkan Atalanta. Pada 2015/2016, Milan dan Juve juga bertemu di partai puncak.

Kala itu, Milan harus mengakui keunggulan Juve dengan skor 0-1. Alvaro Morata menjadi penentu kemenangan Juve lewat golnya di masa perpanjangan waktu.

Donnarumma yang juga tampil di laga itu masih belum bisa melupakan kekecewaan tersebut. Ia pun bertekad membalas di final tahun ini.

“Kami sekarang lebih berpengalaman daripada dua tahun lalu. Saya masih tidak bisa melupakan final itu dan kami akan mencoba untuk balas dendam,” Donnarumma menyatakan.

Leave a Reply