Mansion Rp 568 M Tempat Syuting Serial Sherlock Holmes Dibuka Untuk Turis

Serial Sherlock Holmes

Mansion mewah yang menjadi lokasi syuting serial Sherlock akan segera dibuka untuk para wisatawan. Para penggemar serial Sherlock Holmes pun bisa berwisata ke sana.

Mansion senilai 30 juta Poundsterling (Rp 568 miliar), Swinhay House, berada di North Nibley, Gloucestershire, Inggris. Pemilik dari mansion mewah tersebut adalah Sir David McMurtry, seorang bilyuner asal Irlandia yang juga co-founder perusahaan Renishaw.

Mansion mewah ini sempat muncul dalam episode terakhir di season 3 serial TV Sherlock yang dibintangi oleh aktor Benedict Cumberbatch. Ceritanya, mansion tersebut sebagai Appledore, rumah musuhnya Sherlock Holmes yang bernama Charles Augustus Magnussen.

Seperti dilihat dari website resmi Swinhay, Swinhay House memiliki luas bangunan 3.100 m2 dengan keseluruhan luas lahannya 24 hektar. Bangunan mewah ini dibuat 10 lantai dan dilengkapi dengan 8 kamar yang sangat nyaman, dan memiliki pemandangan alam sekelilingnya yang tampak menawan.

Swinhay House didesain bergaya futuristik oleh David Austin. Selain keren, mansion mewah ini juga ramah lingkungan. Untuk berbagai fasilitas lainnya pun bisa dibilang sangat lengkap. Mulai dari kolam renang 25 meter dengan kedalaman untuk anak-anak dan dewasa, arena bowling sampai bioskop, semua ada.

Dilansir dari Bristol Live, mansion mewah yang eksklusif itu untuk pertama kalinya akan dibuka buat umum, dalam rangkaian festival Heritage Open Days. Memang hanya akan dibuka untuk waktu terbatas, yakni satu hari pada tanggal 16 September 2018 mulai pukul 14.00 sampai 18.00 waktu setempat.

Wisatawan penggemar serial Sherlock pun bisa menuntaskan rasa penasaran menjelajah isi mansion mewah tersebut. Nantinya akan disediakan tur spesial ditemani pemandu wisata.

Tapi, seiring dengan cukup tingginya minat kunjungan ke sana, traveler harus melakukan reservasi terlebih dahulu agar tidak kehabisan tiket. Pemesanannya akan dibuka mulai 28 Agutus sampai 10 September, seperti diberitakan The Argus Inggris.

Leave a Reply