Majalah TIME Rilis 100 Tempat Terbaik, Ada Museum Macan!

Museum Macan

Sudah tahukan kalau belum lama ini Majalah TIME merilis 100 Tempat Terbaik di Dunia tahun 2018? Tempat yang masuk dalam daftar tersebut terdiri dalam beberapa kategori seperti museum, taman hiburan, hotel, kapal pesiar, bar, dan restoran. Seratus tempat tersebut tersebar di enam benua dan 48 negara.

“Menyoroti semuanya dari taman air Texas yang memberdayakan anak-anak penyandang cacat ke sebuah resor Maladewa yang membangun sebuah kawah bawah laut ke sebuah perpustakaan di Tianjin, Cina,” demikian dikutip dari situs time.com, 23 Agustus 2018.

Kabar baiknya, TIME memasukkan satu destinasi dari Indonesia, yaitu Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau yang lebih sering disebut Museum Macan. Di usianya yang masih muda, kehadiran Museum MACAN memberi kesegaran tersendiri untuk menikmati karya seni. Sejak dibuka untuk publik pada November tahun lalu, Museum MACAN kerap menuai pujian, terutama terhadap pilihan karya seni yang dipamerkan.

Untuk menentukan 100 tempat ini, TIME melibatkan para editor dan korespondennya di seluruh dunia. Mereka juga menyertakan lusinan ahli industri untuk mengumpulkan beberapa nominasi. Selanjutnya, nominasi yang terkumpul diseleksi berdasarkan beberapa unsur penilaian mencakup faktor-faktor kunci seperti kualitas, orisinalitas, inovasi, keberlanjutan, dan pengaruh yang diberikan.

Dalam sebuah paragraf, ulasan TIME mengenai Museum Macan cukup merangkum apa yang selama ini pernah ditampilkan.

“Dunia seni modern Indonesia yang begitu bersemangat akhirnya memiliki rumah yang layak. Museum MACAN— kontraksi Seni Modern dan Kontemporer di Nusantara, yang terletak di pinggiran ibukota Indonesia — berdiri menjulang lebih dari 43 ribu kaki persegi dan menampilkan karya-karya seniman lokal seperti Tisna Sanjaya, ahli kayu Gatot Indrajati, salah satu ikon terkenal lainnya seperti Yayoi Kusama dari Jepang, serta Ai Weiwei dari China. Sebagian besar karya seni yang dipamerkan berasal dari koleksi pribadi Haryanto Adikoesoemo, seorang kolektor dan pengusaha terkenal. Untuk memperluas kewenangannya, museum dibuka pada November 2017, agar dapat menjangkau masyarakat, dan memfasilitasi sumber daya kepada para guru untuk berbicara tentang seni dengan para siswa,” tulis Suyin Haynes.

November 2017, museum MACAN pertama kalinya dibuka untuk publik lewat pameran inagurasi bertema Art Turns. World Turns. Saat itu koleksi pribadi sang founder, Haryanto Adikoesoemo turut ditampilkan dan disusun berdasarkan urutan perkembangan aliran seni rupa seiring perubahan dunia.

Pameran berikutnya, Mei 2018 mengusung tema YAYOI KUSAMA: LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW. Sama seperti pameran sebelumnya, pameran kali ini pun sukses menyedot pengunjung. Pameran yang dibuka hingga September mendatang ini memboyong karya-karya monumental Yayoi yang pinjaman dari museum, galeri, dan kolektor: Chiba City Museum of Art, Ota Fine Art dan Yayoi Kusama Museum. Beberapa karya yang dihadirkan di Museum MACAN antaranya Narcissus Garden, The Spirits of the Pumpkins Descended into the Heavens, The Obliteration Room, dan seriInfinity Mirrors. Selain itu, beberapa karya lama dan baru turut didatangkan seperti seriInfinity Nets dan Life is the Heart of a Rainbow yang menjadi judul pameran.

Selain Museum MACAN berikut daftar 33 lokasi lainnya yang masuk dalam kategori serupa: Tianjin Binhai Library, Cycling Through Water, Morgan’s Inspiration Island, Golden Bridge, Tippet Rise Art Center, Pandora: The World of Avatar, Elbphilharmonie, Seoullo 7017 Skygarden, Central Idaho Dark Sky Reserve, Thread, Zaryadye Park, Underwater Museum of Art, Mariposa Grove, Tai Kwun, Austin Central Library, ChangChui: Creative Park, Casa Vicens, Al-Qarawiyyin Library, Design Society, Löyly, Sunder Nursery, Tivoli Gardens, King Abdulaziz Center for World Culture, Lascaux International Center for Cave Art, Experimentarium, Teopanzolco Cultural Center, The National Memorial for Peace and Justice, Temple of Mithras, Louvre Abu Dhabi, Oriental Science Fiction Valley, Governors Island, Warner Bros. World Abu Dhabi, dan Zeitz MOCAA.

Leave a Reply