Luka, Sebaiknya Diperban Atau Dibiarkan Terbuka Saja?

Diperban

Merawat luka memerlukan seninya tersendiri. Hal ini tidak bisa digeneralisasikan, karena harus dinilai dari tipe luka, ukuran, kebersihan, lokasi, dan berbagai faktor lainnya untuk diperban atau tidak.

Jika ditilik dari keterangan yang kamu berikan, kemungkinan yang kamu alami tergolong sebagai luka lecet (bukan luka robek, karena tidak dilakukan penjahitan).

Luka lecet umumnya tergolong sebagai jenis luka yang ringan, karena hanya menciderai bagian superfisial dari kulit. Namun demikian, luka ini tetap memerlukan perawatan yang adekuat, supaya tidak berkembang menjadi infeksi yang bisa menyebar ke lapisan kulit lebih dalam sehingga menyebabkan proses penyembuhan berjalan lebih lama.

Luka lecet yang berukuran kecil bisa dibiarkan tetap terbuka. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari luka dari terpapar lembab yang berlebihan akibat ditutupi oleh kassa.

Namun, jika posisi luka sering mengalami gesekan, misalnya area lutut yang kerap bergesekan dengan celana, lantai, maka kamu bisa juga membalut luka tersebut menggunakan kain kassa steril. Sebelum membalut luka, kamu bisa melembabkan dulu kain kassa tersebut. Caranya adalah dengan dicelupkan ke cairan infus (NaCl) atau larutan antiseptik (povidone iodine), kemudian diperas hingga hampir kering. Setelah itu tutup luka dan rekatkan dengan plester. Akan tetapi, untuk meminimalisasi risiko infeksi, kamu harus memperhatikan untuk rutin mengganti kassa dan plester setiap 2x sehari.

Selain itu, untuk membantu mengoptimalkan penyembuhan luka, kamu bisa juga lakukan tips berikut:

  • Bersihkan luka secara teratur. Caranya bisa dengan menggunakan kain kassa steril dan cairan infus atau larutan antiseptik, tekan-tekan secara perlahan bagian lukanya, bersihkan hati-hati jaringan kulit mati yang masih menempel.
  • Hindari luka dari paparan debu, kotoran, atau gesekan yang berlebihan
  • Hindari terlalu sering memegang-megang luka
  • Hindari mengoleskan apapun ke luka kecuali atas petunjuk dokter

Keluarnya cairan bening dari luka selama berjumlah sedikit dan tidak berbau umumnya merupakan kondisi yang wajar sebagai bagian dari proses peradangan (inflamasi). Cairan ini umumnya akan mereda seiring dengan proses penyembuhan lukanya.

Namun, jika setelah 1 minggu luka tidak kunjung membaik, atau muncul keluhan lain seperti demam, keluar cairan berbau, kekuninga, atau bahkan kehijauan dari luka, sebaiknya kamu periksakan kembali luka kamu ke dokter.

Leave a Reply