Liverpool Dianggap Sukses Jika Di Atas MU Dan Menjadi Runner Up

Liverpool

Gelar Premier League memang sudah nyaris mustahil untuk Liverpool. Tapi mereka akan dianggap sukses jika finis di atas Manchester United dan jadi runner-up.

Liverpool saat ini ada di posisi tiga klasemen Premier League dengan nilai 54 dari 27 pertandingan. Mereka sudah 18 poin di belakang Manchester City di posisi teratas.

Sementara dengan MU di tempat kedua, jarak saat ini hanya dua poin. Liverpool sendiri bukannya tanpa ancaman, karena Chelsea cuma satu poin di belakang dan Tottenham Hotspur hanya berjarak dua angka.

Melihat selisih dengan City, asa Liverpool untuk meraih gelar juara musim ini bisa dibilang mustahil meski secara hitung-hitungan masih memungkinkan. Kini harapan terbaik Liverpool adalah finis di posisi runner-up.

Eks pemain Liverpool John Aldridge menganggap finis sebagai runner-up di atas MU bisa disebut sebagai sebuah kesuksesan. Setidaknya Liverpool juga bisa mendapatkan gengsi lebih besar atas sang rival bebuyutan.

“Sementara perebutan gelar telah berakhir, jelas ada insentif tersendiri untuk mencoba finis di atas United untuk meraih posisi runner-up,” ujarnya kepada Express.

“MU adalah rival terbesar kami, mari kita tegaskan itu. Dan dengan semua dana yang MU keluarkan dalam beberapa tahun terakhir, bukankah akan menyenangkan jika Juergen Klopp dan skuatnya memperlihatkan bahwa Liverpool lebih baik dan finis di atas mereka.”

“Liverpool mungkin tidak akan memenangi liga, yang mana ingin Anda raih. Tapi dalam sebuah musim di mana Manchester City sudah amat gila, hasil yang dicatatkan Liverpool untuk finis di atas MU pada tahun-tahun yang lain bakal sudah mengantar ke gelar juara,”

Liverpool sendiri masih akan menghadapi MU di Old Trafford pada 10 Maret mendatang. Ini akan menjadi laga krusial untuk kedua tim, demi mengokohkan posisi di empat besar.

Firmino: Liverpool Baik-Baik Saja Tanpa Coutinho

Tak bisa dipungkiri Philippe Coutinho merupakan salah satu pemain kunci Liverpool. Namun, tanpa kehadiran Coutinho, Liverpool disebut baik-baik saja.

Di bursa musim dingin, Liverpool melepas gelandang Brasil itu ke Barcelona setelah ditebus seharga 142 juta pound. Kepindahan Coutinho mengakhiri saga masa depannya yang berlangsung sejak musim panas.

Selama lima setengah musim berkostum ‘merah’, Coutinho telah menyumbang 54 gol dan 46 assist. Pesepakbola berusia 25 tahun itu membantu Liverpool menjadi runner-up Premier League di musim keduanya dan finis keempat pada 2016/17.

Akan tetapi, sepeninggal Coutinho Liverpool hanya dua kali kalah dalam delapan pertandingan. Striker Liverpool Roberto Firmino percaya timnya sudah nyaman dengan kondisi ini.

“Coutinho adalah pemain hebat. Tapi kami sudah menggantikan dia tanpa masalah,” ujar penyerang Brasil itu dalam konferensi pers dikutip TeamTalk.

“Semua pemain memiliki tanggung jawab yang lebih besar, tapi itu pekerjaan kami, bagaimana menghadapi tanggung jawab itu.”

Hengkangnya Coutinho membuat Mohamed Salah kini menjadi andalan utama penggedor gawang lawan. Pemain Mesir itu sudah membuat 29 gol di semua kompetisi dan Firmino siap menopang rekannya tersebut. Firmino sendiri telah membuat 19 gol sejauh musim ini.

“Saya akan melakukan segalanya untuk menolong dia (Salah), tim ini secara keseluruhan, dan juga terus memberikan yang terbaik,” tutur mantan pemain Hoffenheim tersebut.

“Saya hanya fokus untuk bermain sebaik-baiknya. Ketika Anda melakukan itu, gol akan datang. Dengna memberikan performa maksimal, saya bisa membantu pemain lainnya,” tutur dia.

Drogba: Salah Pantas Jadi Kapten Liverpool

Ban kapten Liverpool saat ini disandang Jordan Henderson. Eks bintang sepakbola Afrika Didier Drogba menilai Mohamed Salah akan cocok jadi penerus Henderson.

Nama Salah saat ini sedang menjulang seiring performa apik di sepanjang 2017/18. Dari 35 penampilan di seluruh kompetisi, pemain asal Mesir itu telah menceploskan 29 gol dan 10 assist.

Drogba pernah bermain bersama Salah saat masih sama-sama memperkuat Chelsea di musim 2014-15. Sekalipun kerjasama itu berlangsung singkat, Drogba yakin mantan rekan setimnya itu punya jiwa pemimpin yang dibutuhkan Si Merah.

“Saya pikir dia memiliki itu pada dirinya (jiwa kepemimpinan). Salah adalah orang yang akan Anda hormati di ruang ganti,” ujar Drogba di Liverpool Echo.

“Ekspektasi akan seorang kapten adalah orang yang mampu menyatukan pemain-pemain lain, dan Anda lihat sendiri Salah mampu melakukannya. Ia mungkin terlihat sosok yang pendiam, tapi diam bukan berarti ia bukan pemimpin. Dia memimpin dengan memberi contoh,” tutur pesepakbola yang kini bermain di Amerika Serikat bersama Phoenix Rising itu.

Penampilan impresif Salah di Liverpool melanjutkan performa apiknya di AS Roma, di mana dia membukukan 34 gol dan 24 assist dalam 83 penampilan di semua ajang. Salah mampu bangkit usai meredup di Chelsea, yang saat itu dibesut Jose Mourinho.

Ketika itu, Salah cuma membuat 19 penampilan dengan sumbangan dua gol dan empat assist selama dua musim berkostum biru. Drogba tampak menyindir keraguan Mourinho terhadap Salah.

“Mungkin sekarang dia bekerja dengan manajer-manajer yang mau memberikan tanggung jawab besar. Ketika Anda melihat dia di timnas Mesir, Salah adalah pemain terbesar yang mereka miliki,” sambung Drogba.

“Di Italia dia sukses bersama tim besar dan sekarang melakukan hal yang lebih baik di Inggris. Salah benar-benar seorang pemain yang fantastis,” dia menambahkan.

Leave a Reply