Lanjutkan Tren Positif, AC Milan Tumbangkan AS Roma 2-0

AC Milan

AC Milan melanjutkan tren positifnya di Serie A. Rossoneri memetik poin penuh usai mengalahkan AS Roma dengan skor 2-0.

Dalam pertandingan giornata 26 Serie A di Stadion Olimpico, Senin (26/2/2018) dini hari WIB, Roma mengistirahatkan Edin Dzeko. Sementara di sisi lain, Milan menurunkan Patrick Cutrone di lini depan.

Roma tampil lebih dominan di babak pertama. Namun tak ada gol yang tercipta di paruh pertama pertandingan.

Di babak kedua, giliran Milan yang bangkit. Mereka langsung memimpin di menit ke-48 lewat sepakan Cutrone. Gol dari Davide Calabria di menit ke-74 kemudian memantapkan kemenangan Milan.

Dengan kemenangan ini, Milan sudah tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir di Serie A. Tim arahan Gennaro Gattuso itu melanjutkan upayanya untuk menembus zona Eropa. Milan kini masih menempati peringkat tujuh dengan 44 poin, hanya kalah selisih gol dari Sampdoria yang ada di posisi keenam.

Sementara itu, kekalahan ini membuat posisi Roma turun dua tingkat ke peringkat lima dengan 50 poin. Mereka disalip oleh Lazio dan Inter Milan yang sama-sama meraih kemenangan.


Jalannya Pertandingan

Roma mengambil inisiatif menyerang lebih dulu. Peluang didapat tuan rumah di menit kelima lewat sepakan Cengiz Under dari luar kotak penalti. Namun Gianluigi Donnarumma menepisnya dan hanya menghasilkan sepak pojok untuk tuan rumah.

Donnarumma kembali melakukan penyelamatan dengan menepis tendangan Patrik Schick. Namun Schick lebih dulu dianggap offside.

Roma relatif menguasai permainan. Tapi Milan tampil solid dalam bertahan dan membuat tuan rumah kesulitan.

Tak banyak peluang bersih didapat kedua tim di babak pertama. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Milan langsung menggebrak. Tim tamu memecah kebuntuan di menit ke-48. Umpan Suso dari sisi kanan dituntaskan oleh Patrick Cutrone untuk membawa Milan unggul 1-0.

Roma nyaris menyamakan skor dua menit kemudian. Namun tembakan Diego Perotti masih melenceng tipis dari gawang Milan.

Milan melakukan serangan balik setelah Roma gagal memaksimalkan sebuah tendangan sudut. Serangan balik tersebut diakhiri oleh Franck Kessie dengan tembakan dari luar kotak penalti. Sepakan Kessie itu memaksa Alisson melakukan penyelamatan.

Alisson kembali menyelamatkan gawang Roma dari kebobolan. Kali ini dia menepis bola sepakan Nikola Kalinic dengan satu tangannya. Kostas Manolas kemudian membuang bola sebelum bola muntah disambar oleh Alessio Romagnoli.

Milan akhirnya menggandakan keunggulan di menit ke-74. Kelengahan lini belakang Roma dimaksimalkan oleh Davide Calabria untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Calabria melakukan tusukan dari kanan dan melakukan kerja sama dengan Kalinic. Calabria yang luput dari pengawalan barisan pertahanan Roma kemudian menembus kotak penalti. Dia menuntaskan umpan terobosan dari Kalinic dengan mengangkat bola melewati Alisson.

Upaya Roma untuk mencetak gol balasan tak membuahkan hasil. Tuan rumah masih kesulitan untuk menciptakan peluang.

Di sisi lain, Milan nyaris menambah keunggulannya. Umpan Hakan Calhanoglu dari sisi kiri ke arah tiang jauh disambut oleh Fabio Borini. Namun sepakan first-time Borini masih melambung di atas gawang.

Susunan Pemain

Roma: Alisson; Bruno Peres, Manolas, Fazio, Kolarov; Pellegrini (Gerson 79), Strootman, Nainggolan (Dzeko 64); Under (Defrel 73), Schick, Perotti

Milan: G Donnarumma; Calabria, Bonucci, Romagnoli, Rodriguez; Kessie, Biglia, Bonaventura (Montolivo 89); Suso (Borini 82), Cutrone (Kalinic 66), Calhanoglu

Kemenangan Pertama Milan di Markas Roma Sejak 2011

AC Milan sukses memetik tiga poin dari lawatannya ke markas AS Roma. Milan pun berhasil memutus tren negatifnya di kandang Roma.

Milan meraih kemenangan 2-0 dalam pertandingan giornata 26 Liga Italia di Stadion Olimpico, Senin (26/2/2018) dini hari WIB. Gol-gol dari Patrick Cutrone dan Davide Calabria memberi poin penuh untuk Rossoneri.

Dalam catatan Opta, itu merupakan kemenangan pertama Milan di kandang Roma di Serie A sejak 2011. Kali terakhir mereka menang di markas Roma adalah pada Oktober 2011 dengan skor 3-2. Selanjutnya, Milan imbang dua kali dan kalah tiga kali.

Tentang kemenangan atas Roma ini, Gennaro Gattuso membeberkan rahasianya. Gattuso mengungkap perubahan yang ia lakukan terhadap timnya di babak kedua.

“Ini adalah pertandingan yang butuh perjuangan keras, kami menderita di babak pertama dan mencoba memainkan sepakbola yang berbeda di babak kedua, mencari garis operan yang berbeda,” Gattuso mengatakan kepada Mediaset Premium seperti dikutip Football Italia.

“Bola-bola kami terlalu mudah ditebak di babak pertama dan saya tidak suka itu. Saya lebih memilih lewat sayap dan memanfaatkan fullback.”

“Kami suka membawa pemain masuk ke kotak penalti dengan pergerakan, baik dengan bola maupun tanpa bola. Saya juga ingin berhenti sejenak dan memuji lini pertahanan, karena kami selalu bergerak di momen yang tepat dan padu. Saya sangat senang,” dia menambahkan.

Berkat kemenangan ini, Milan yang menempati peringkat tujuh dengan 44 poin kini hanya tertinggal tujuh angka dari Inter Milan yang ada di zona Liga Champions.

AS Roma Kehilangan Arah di Rumah Sendiri

Eusebio Di Francesco mengakui bahwa AS Roma kehilangan arah saat kalah dari AC Milan. Roma berantakan secara tim di babak kedua.

Roma menjamu Milan di Stadion Olimpico, Senin (26/2/2018) dinihari WIB, dalam laga Serie A giornata ke-26. Dalam catatan statistik, Roma melepaskan enam tembakan di babak pertama, sementara Milan nol.

Meski banyak membuat ancaman di 45 menit pertama, Roma harus puas dengan skor 0-0. Akan tetapi, itu pada akhirnya menjadi bencana untuk Giallorossi.

Milan bangkit di babak kedua dan berhasil mencetak dua gol masing-masing lewat Patrick Cutrone di menit ke-48 dan Davide Calabria di menit ke-74. Rossoneri pun menutup laga dengan kemenangan 2-0.

Di Francesco sangat terkejut dengan performa Roma di babak kedua. Menurut sang allenatore, timnya kehilangan arah usai gol pertama.

“Saya pikir kami sangat baik di babak pertama dan tak memberi Milan banyak kesempatan. Tapi kami tidak cukup oke dalam penyelesaian akhir, itu benar,” kata Di Francesco seperti dikutip dari Football Italia.

“Namun, setelah gol pembuka, kami kehilangan arah. Itu membuat kami harus berpikir keras. Itu bukan masalah fisik, kami cuma kehilangan kendali permainan,” sambungnya.

“Jelas itu sebuah peringatan. Kami tidak bisa bahagia dengan hasil ini, juga musim kami secara keseluruhan. Kami mengharapkan penampilan yang berbeda di babak kedua. Kami malah berantakan dan saya terkejut dengan itu,” Di Francesco menyesali.

Kekalahan ini membuat posisi Roma turun dua tingkat ke peringkat lima dengan 50 poin. Mereka disalip oleh Lazio dan Inter Milan yang sama-sama meraih kemenangan.

Leave a Reply