Kota di Australia Tiba-Tiba Dipenuhi Kabut Oranye

Australia

Sebuah kota di sekitar barat daya Queensland, Charleville, diselimuti oleh kabut berwarna oranye setelah badai debu menerjang kota tersebut. Badai debu yang melanda kota di barat Australia pada 20 Februari 2018 itu menumbangkan beberapa pohon.

Warga pun tampak tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mengabadikan kabut oranye yang terbentuk usai badai tersebut. Beberapa dari mereka bahkan mengunggah foto-foto dan video ke media sosial.

Seperti dilansir BBC, Rabu (21/2/2018), sejumlah otoritas Australia mengatakan, kondisi cuaca akhir-akhir inilah yang menyebabkan terbentuknya kabut oranye tersebut. Menurut dia, angin kencang mampu mengambil dan menyebarkan pasir-pasir berukuran kecil hingga ke seluruh wilayah.

“Kami melihat beberapa kejadian ada pasir yang menerjang Queensland bagian barat karena ini adalah tempat yang kering dan panas, tapi ini menjadi salah satu peristiwa mengesankan dalam beberapa tahun terkahir,” jelas Harry Clark dari Badan Meteorologi Australia.

Clark memperkirakan badai debu tersebut menerjang wilayah dengan jangkauan 200 km dan kecepatan 96 km/jam. Sementara itu jarak pandang di bandara setempat berkurang menjadi sekitar 200 meter.

Sejumlah warga Charleville mengatakan bahwa badai tersebut datang secara tiba-tiba.

“Kami mendengar gemuruh, lalu kami langsung keluar…dan ketika balik badan, ada badai debu merah menerjang,” kata Paige Donald kepada Australian Broadcasting Corp.

“Mata kami tertutup debu,” ujar Donald.

Sementara itu ada warga lain yang mengatakan bahwa ia belum mengamankan kondisi rumahnya saat badai itu menerjang.

“Aku tidak menutup jendela kamar sebelum aku berangkat kerja pagi ini!” tulis Sonja Street ketika mengunggah foto kasur yang diselimuti pasir.

Polisi juga mengatakan, badai yang menerjang kota berpenduduk 3.300 orang itu berlangsung selama beberapa jam dan menyebabkan kerusakan-kerusakan kecil di sejumlah rumah.

Leave a Reply