Klaim Yerusalem Ibukota Israel, Korut: Mental Trump Terganggu

Korea Utara menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas keputusannya mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan kembali menyebut orang nomor satu di negeri Paman Sam itu sebagai “dotard” atau orang tua yang kehilangan kewarasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un saling bertukar kecaman dan hinaan seiring dengan meningkatnya tensi karena ancaman nuklir dan misil dari Korea Utara.

Kini Korut bergabung dengan banyak negara di dunia mengutuk keputusan Trump atas Yerusalem dan juga menyebut aksi itu sebagai “aksi ceroboh dan licik.”

“Mempertimbangkan fakta bahwa orang tua yang mentalnya terganggu ini telah secara terbuka di depan PBB mengancam penghacuran total negara berdaulat, aksi ini tidak begitu mengejutkan,” demikian ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, sebagaimana dilansir kantor berita Korut KCNA.

“Namun keputusan ini dengan jelas menunjukkan kepada seluruh dunia siapa yang menghancurkan kedamaian dan keamanan dunia, paria di komunitas internasional,” ujarnya menggunakan ejekan yang biasanya dipakai di Korea Utara.

Deklarasi Trump pada Rabu bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel menimbulkan kemarahan di negara-negara muslim dan juga memicu kritik dari sekutu-sekutu AS.

Sebelumnya, Trump pernah mengingatkan pemerintah Korea Utara bahwa ia siap berperang, dan juga berkata di depan Sidang Umum PBB bahwa Washington akan “menghancurkan Korea Utara” jika harus membela diri.

Dalam pidato yang sama, Trump menyebut Kim sebagai “manusia roket” setelah Pyongyang beberapa kali menguji misil yang punya daya jelajah mencapai Amerika Serikat.

Beberapa hari kemudian, Kim merespons ucapan tersebut dengan menyebut Trump sebagai “dotard”.

Berdasarkan pernyataan terakhir KCNA, Korut “mengecam kuat” keputusan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota, dan juga memberikan “dukungan serta solidaritas kepada Palestina dan rakyatnya untuk memenangi hak mereka secara sah.

“Amerika Serikat akan dimintai pertanggungjawabannya atas akibat yang akan timbul dari aksi ceroboh tersebut,” ujar pernyataan tersebut.

Leave a Reply