Klaim WHO Mengenai Kecanduan Game Dibantah Asosiasi Software

Klaim WHO Mengenai Kecanduan Game

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kecanduan game bisa diklasifikasikan sebagai gangguan mental. Pendapat itu pun belakangan ini mendapatkan bantahan dari Entertainment Software Association (ESA).

Seperti diketahui WHO mengklaim bahwa kecanduan game bisa diklasifikasikan sebagai gangguan mental karena telah memenuhi semua kriteria. Orang-orang yang kecanduan bermain game tidak bisa berhenti bermain sehingga mengakibatkan hal buruk pada fungsi personal, keluarga, sosial, edukasi, dan okupasi.

Kita pun sering mendengarkan ada kasus orang meninggal karena kelelahan dan terlalu asyik dengan bermain game. WHO dalam klaimnya mendefinisikan kecanduan game sebagai meningkatkan prioritas dalam bermain bermain game, lebih menjadikan game sebagai hal yang utama ketimbang aktifitas sehari-hari.

Tetapi, tidak semua pihak setuju dengan penyataan ini, termasuk salah satunya ESA tadi. Menurut ESA, gamer sama halnya dengan penggemar olahraga dan konsumen dari berbagai macam hiburan.

“Gamer merasa bergairah dan berdedikasi dengan waktu mereka. Setelah memikat gamer lebih dari empat dekade, lebih dari dua juta orang di seluruh dunia menikmati video game,” ucap ESA, seperti dilansir Ubergizmo, Kamis (4//1/2018).

“WHO tahu bahwa akal sehat dan penelitian yang obyektif membutktikan video game tidak menimbulkan kecanduan. Dengan menempatkan label resmi itu artinya secara sembarangan meremehkan masalah kesehatan mental yang sesungguhnya, seperti gangguan kecemasan sosial, yang mana harus mendapat perawatan medis. Karenanya kami mendorong WHO mengembalikan usulan tersebut,” tutup ESA.

Leave a Reply