Kim Yo-jong, Adik Kim Jong-un Yang Memiliki Peran Penting Di KTT Korea

Kim Jong-un

Seorang perempuan berbaju abu-abu terlihat terus berada di dekat Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dalam lawatnya ke Korea Selatan, Jumat (27/4). Perempuan itu tampak mengambil bunga yang diterima Jong-un dari seorang anak sesaat setelah memasuki wilayah Korea Selatan. Ketika menandatangani buku tamu di Zona Demiliterisasi (DMZ), Jong-un pun meminta pulpen dari perempuan itu.

Dia adalah Kim Yo-jong. Perempuan 30 tahun yang merupakan adik kandung Jong-un. Dalam pemerintahan Korea Utara Yo-jong punya peranan yang penting. The New York Times menyebut Yo-jong sebagai Ivanka Trump-nya Korea Utara, merujuk dengan putri Donald Trump yang dianggap punya peran penting dalam pemerintahan AS.

Julukan itu agaknya tidak berlebihan. Apalagi, sejak 2015, Jong-un mempercayakan adiknya menjadi Direktur Departemen Propaganda dan Agitasi Partai Pekerja Korea. Dia menggantikan Kim Ki-nam yang pernah disebut sebagai orkestra politik Korea Utara.

Yo-jong juga menjabat sebagai anggota Politbiro Partai Pekerja Korea. Dia masuk dalam organisasi eksekutif partai tunggal Korea Utara itu untuk menggantikan bibinya Kim Kyong-hui yang merupakan tokoh penting dalam pemerintahan Kim Jong-il, ayah Jong-un.

Kedatangannya menemani sang kakak ke Korea Selatan, bukanlah kali pertama Yo-jong berkunjung ke negara tetangganya tersebut. Dia pernah memimpin Kontingen Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Februari lalu. Menjadi tokoh pemerintahan dalam acara olahraga, istri dari Sekretaris Partai Bekerja Korea Choe Song ini menarik perhatian publik.

Seolah memanfaatkan citranya yang relatif lebih positif ketimbang sang kakak, Yo-jong memulai diplomasinya untuk mengurangi ketegangan antara Korea Utara dan barat yang telah dimulai sejak Olimpiade Musim Dingin. Dalam kesempatan itu dia juga bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Dalam satu kesempatan, Yo-jong tampak berdiri bersampingan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Keduanya sempat merencanakan pertemuan, meski belakangan gagal.

Seperti Jong-un, Yo-jong juga disekolahkan ke Swiss. Meski terlahir di salah satu negara paling terisolasi di dunia, Kim Jong-il memang dikenal memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya.

Yo-Jong kemudian melanjutkan pendidikan tingginya di Korea Utara. Yo-jong mempelajari ilmu komputer di Universitas Kim Il-sung, Pyongyang.

BBC menyebut Yo-jong sebagai Ratu Humas dari Pyongyang. Dia dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab untuk memoles citra Jong-un. Yo-jong disebut menyuruh kakaknya mengunjungi taman hiburan, sekolah, dan perumahan rakyat. Pertemanan antara Jong-un dan mantan pebasket Amerika Serikat Dennis Rodman disebut-sebut juga atas saran darinya.

Upaya-upaya yang dilakukan Yo-jong membuahkan hasil. Presiden Moon dan Kim Jong-un bertemu. Yo-jong pun terus tampak dalam momen bersejarah itu. Dia menjadi satu-satunya perempuan yang terlibat pembahasan poin-poin Korea Summit.

Leave a Reply