Kaviar, Makanan Mewah Yang Cara Makannya Tidak Bisa Sembarangan

Kaviar

Kaviar dikenal sebagai sajian kuliner mewah yang tergolong jarang kita temui sehari-hari dan ternyata makannya nggak boleh sembarangan! Nama kaviar berasal dari bahasa Turki, khavyar, yang berarti telur. Tak sembarang telur ikan mentah, kaviar khusus diambil dari ikan sturgeon. Kaviar kemudian diberi garam supaya lebih tahan lama.

Kaviar konon mulai dikenal di Turki sejak abad ke-4 sebelum Masehi. Sementara di Inggris, istilah kaviar baru dikenal pada 1591. Di Rusia, kaviar dikenal pula sebagai makanan khusus kalangan atas. Memasuki abad ke-16, telur ikan yang terlihat seperti mutiara hitam tersebut biasa melengkapi hidangan di meja makan para bangsawan Eropa dan Rusia.

Kepopuleran makanan mewah yang sebenarnya tidak lazim ini merembet pula hingga Amerika Serikat. Negara ini memproduksi sendiri kaviarnya menggunakan ikan sturgeon dari Sungai Delaware mulai tahun 1873. Mulai saat itu, Amerika Serikat dikenal menjadi negara penghasil kaviar terbesar kedua di dunia.

Layaknya keju dan wine, kaviar yang berumur lebih tua akan dihargai lebih mahal. Salah satu kaviar termahal adalah beluga caviar yang dihasilkan oleh ikan ikan beluga berumur 100 tahun. Setiap satu kilogram beluga caviar dihargai sekitar 12.000 USD atau 170 jutaan rupiah. Bahkan khusus beluga caviar jenis almas dapat mencapai 35.000 USD atau 500 juta rupiah.

Untuk cara makannya, kaviar juga tidak bisa disantap sembarangan, Teens. Disarankan untuk menggunakan sendok berbahan mutiara untuk memakan kaviar. Konon, sendok berbahan logam akan merusak cita rasanya.

Leave a Reply