Kanker Melanoma, Jenis Dari Kanker Kulit Yang Paling Bahaya

Kanker Melanoma

Akhir pekan ini berita duka dari keluarga putra Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa, mengejutkan publik. Sebabnya, istri Rasyid, Adara Taista, yang baru dinikahinya selama lima bulan meninggal dunia.

Sempat menjadi tanda tanya publik karena kematiannya yang tak terduga, belakangan terungkap jika Adara mengidap kanker kulit ganas, kanker melanoma. Menurut Dr. dr. Aida Sofiati, SpKK(K), kanker melanoma merupakan salah satu kanker kulit yang paling ditakuti karena bersifat ganas dan menyebabkan kematian.

“Melanoma adalah sel kanker yang menyerang sel melanosit, yaitu sel pemberi warna kulit coklat atau kehitaman,” ujar Aida dalam wawancara yang pernah dilakukan dengan¬†VIVA¬†beberapa waktu lalu.

Melanoma termasuk jenis kanker paling ganas karena sangat mudah menyebar. Semakin dalam lokasi melanoma, maka dia akan lebih mudah menyebar.

Melanoma dapat terjadi di mana saja di bagian tubuh. Menurut literatur Barat, pada pria biasanya muncul di badan. Sementara wanita banyak muncul di tungkai bawah.

“Penelitian di Hong Kong dan Jepang menemukan bahwa yang banyak muncul ada di telapak kaki. Kalau di wajah atau badan ada hubungannya dengan sinar UV, kalau di telapak kaki hubungannya dengan trauma,” kata Aida.

Kasus melanoma pada kaki ini paling banyak ditemui pada petani, karena petani di kedua negara ini kurang suka menggunakan alas kaki. Sehingga terjadi trauma dan menyebabkan kanker melanoma.

Umumnya melanoma menyerang orang tua yang berusia 59 tahun. Namun, ada juga yang menyerang usia 52 tahun, tergantung pada daerah tinggal dan ras.

Insiden melanoma  saat ini cukup tinggi terutama pada ras Kaukasian (kulit putih, rambut merah atau terang, dan mata biru). Sinar ultraviolet terutama B dan C adalah penyebab utama kanker kulit.

“Orang kulit putih rentan kena melanoma karena melaninnya kecil-kecil dan sedikit,” lanjut Aida.

Di Indonesia, melanoma memang bukan kanker kulit yang sering dijumpai. Data dari RS Kanker Dharmais, yang sudah terkonfirmasi ada 119 kasus (sejak 2005). Namun, karena edukasi dan pengetahuan masyarakat yang kurang, kebanyakan kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, saat sudah menyebar ke organ lain.

Dan, kematian karena melanoma banyak terjadi pada pria dibanding wanita.

Leave a Reply