Juventus Rekrut Ronaldo, Inter Berniat Datangkan Messi?

Juventus

Juventus sukses membuat gebrakan usai mendatangkan Cristiano Ronaldo. Inter Milan sebagai pesaing, mulai membicarakan kemungkinan merekrut Lionel Messi.

Juventus memboyong Ronaldo dari Real Madrid senilai 100 juta euro. CR7 menjadi pemain termahal sepanjang sejarah sepakbola Italia.

Tak mau kalah, Inter mulai membicarakan kemungkinan merekrut Messi dari Barcelona. Seperti rivalitas Inter dan Juve di Italia, Messi dan Ronaldo adalah dua pemain yang kerap bersaing sengit dalam urusan mencetak gol di La Liga.

Seperti dikutip Mirror, rumor itu dihembuskan CEO Pirelli Marco Tronchetti Provera. Ia mengatakan kepada harian Tuttosport, bahwa Suning Group selaku pemilik Inter bisa saja mengajukan penawaran agar persaingan Messi dengan Ronaldo bisa berlanjut di Serie A.

“Saya harap Suning, setelah masalah Financial Fair Play, akan menyetujuinya, bisa membuat rekrutan penting. Messi? Bagaimana bisa bilang tidak untuk Messi?” kata Tronchetti Provera.

Messi dan Ronaldo sudah bersaing di La Liga selama sembilan musim. Persaingannya membuat Messi dan Ronaldo kini sama-sama mengoleksi lima gelar Ballon d’Or.

Messi sendiri baru meneken kontrak baru hingga 2021 pada November tahun lalu. Klausul pelepasannya pun menjadi 700 juta euro atau nyaris 12 triliun. Berani menebusnya, Inter, mengingat mereka pernah menawar sang pemain seharga Rp 2,23 triliun sekitar 10 tahun lalu.

Kalau Messi Susul Ronaldo, Inter dan Juventus Bisa Perang Bintang Lagi

Tak terbayangkan kalau Lionel Messi benar ke Inter Milan menyusul Cristiano Ronaldo yang gabung Juventus. Perang bintang dua klub raksasa itu, bisa terulang lagi.

Rumor Inter Milan berminat pada Messi diembuskan oleh CEO Pirelli Marco Tronchetti Provera.

“Saya harap Suning, setelah masalah Financial Fair Play, akan menyetujuinya, bisa membuat rekrutan penting. Messi? Bagaimana bisa bilang tidak untuk Messi?” kata Tronchetti Provera.

Kedatangan Messi ke Italia, jika benar terjadi, akan menggairahkan Serie A ke level yang sudah lama tidak pernah mereka rasakan lagi. Serie A dalam satu dekade lebih ke belakang kalah jauh dengan Premier League dan La Liga Primera.

Sudah sangat lama dua pemain terbaik dunia (pemilik Ballon d’or dan runner up-nya) berada di Italia dalam satu musim. Kali terakhir itu terjadi adalah di tahun 1993.

Ketika itu ada Roberto Baggio yang jadi pemain terbaik bersama Juventus. Posisi kedua menjadi milik Dennis Bergkamp, yang berseragam Inter Milan.

Dalam beberapa musim setelahnya beberapa pemain terbaik dunia datang dari Serie A. Di tahun 1995 ada George Weah (AC Milan), Ronaldo (Inter) di tahun 1997, Zinedine Zidane (Juventus) pada 1998, Pavel Nedved (Juventus) di 2003, Andriy Shevchenko (AC Milan) pada 2004, dan terakhir Kaka (AC Milan) pada 2007.

Sejak Baggio dan Bergkamp, tak pernah lagi pemain terbaik dunia bermain dan runner up-nya bermain di Serie A pada musim yang sama. Hanya pada beberapa kesempatan ada pemain dari Serie A yang secara berbarengan berada di posisi tiga besar.

Padahal sebelum tahun 1993 sepakbola Italia berjaya dengan menghasilkan pemain-pemain yang meraih penghargaan terbaik di dunia. Dari 1987 sampai 1990 pemain terbaik dunia datang dari Serie A. Bahkan pada 1988-1990, tiga teratas pemain terbaik dunia main di Italia.

Inter Milan Pernah Siapkan Rp 2,23 T untuk Gaet Messi

Pada suatu waktu Inter Milan pernah sangat dekat dengan megabintang Barcelona Lionel Messi. Saat itu Inter bahkan sudah siap menggaetnya dengan tawaran wah. Hal itu diungkap oleh seorang mantan presiden Barcelona.

Messi, yang pekan depan akan genap berulang tahun ke-30, sangatlah identik dengan Blaugrana. Di klub itu pula ia setidaknya sudah meraih lima Ballon d’Or, delapan titel La Liga, dan empat trofi Liga Champions.

Kisah manis Messi dengan Barcelona itu bisa saja berbeda karena lebih dari 10 tahun lalu ada Inter yang datang menggoda. Nerazzurri bahkan tiba dengan kesiapan menebus klausul pelepasan (buyout clause) Messi.

“Itu terjadi tahun 2006 ketika Inter membuat sebuah penawaran,” kata Joan Laporta, presiden Barcelona periode 2003-2010, seperti dilansir Soccerway.

“Mereka siap membayar klausul pelepasannya sebesar 150 juta euro (Rp 2,23 triliun) itu mengapa kami (kemudian) menaikkannya jadi 250 juta euro (Rp 3,72 triliun), tapi saya tak pernah risau berkat hubungan baik saya dengan ayahnya, Jorge.

“Saya bilang kepadanya, ‘Mereka memang harus memenuhi klausul itu karena saya tak berniat menjual. (Tapi) Ia akan gembira di sini, ia akan berjaya. Di sana ia cuma akan menang secara finansial. Putramu ditakdirkan jadi yang terhebat dalam sejarah dan di sini ia memiliki tim untuk membantunya ke sana. Ia akan menikmati waktunya di sini’,” tutur Laporta menirukan ucapannya saat itu.

Messi, seperti kita tahu, pada akhirnya tetap di Barca. Namanya mendominasi persepakbolaan, bukan cuma di Spanyol melainkan juga dunia, sampai-sampai rutin muncul dalam pembahasan sepakbola terbaik dalam sejarah.

Laporta sendiri tak punya keraguan bahwa pemain asal Argentina itu adalah pesepakbola terbaik yang pernah ada. Ia menyebut Messi sebagai perpaduan Johan Cruyff dan Diego Maradona.

“Saya sangat Cruyffista, tapi apa yang dilakukan Leo — dan saya sering membicarakan ini dengan Johan — sudah membuatnya jadi yang terbaik dalam sejarah. Johan pun dulu bilang begitu,” ucap Laporta.

“Sepakbola Messi indah dan efektif. Buat saya, yang terbaik dalam sejarah adalah Cruyff, Maradona, dan Messi. Leo adalah perpaduan Cruyff dan Maradona, tapi ia tetaplah seorang Leo Messi,” sebutnya.

Leave a Reply