Jelang Pertemuan Kim dan Trump, Pyongyang Bebaskan Tiga Warga AS

Pyongyang

Pyongyang membebaskan tiga warga negara Amerika Serikat yang ditahan di Korea Utara menjelang pertemuan puncak antara Kim Jong-un dengan Presiden Donald Trump. Ketiga tahanan tersebut telah dalam perjalanan pulang dari Korea Utara ke Amerika Serikat.

Berdasarkan keterangan pejabat Amerika Serikat, ketiga tahanan itu mendapatkan amnesti oleh Pemerintah Korea Utara yang memberi Trump “kemenangan diplomatik” sekaligus menghilangkan hambatan terakhir yang menghalangi pertemuan antara dua pemimpin negara berseteru itu.

“Dengan gembira saya memberitahu Anda bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sedang dalam penerbangan dan dalam perjalanan kembali dari Korea Utara dengan tiga pria luar biasa yang sangat ingin ditemui oleh semua orang. Mereka tampaknya dalam keadaan sehat,” kata Trump melalui Twitter sebagaimana dilansir AFP, Kamis (10/5/2018).

Ketiga tahanan yang dibebaskan itu adalah pakar pertanian Kim Hak-song dan mantan profesor Tony Kim yang ditangkap pada 2017 serta pengusaha sekaligus pastor Amerika Serikat kelahiran Korea Selatan yang dihukum kerja paksa selama 10 tahun pada 2016, Kim Dong-chul.

Mereka mampu berjalan tanpa bantuan ke pesawat angkatan udara Amerika Serikat yang membawa mereka dan Menlu Pompeo dari Korea Utara. Pesawat kedua yang dilengkapi dengan perlengkapan medis menunggu di Pangkalan Udara Yokota, di luar Tokyo, Jepang.

“Semua indikasi pada titik ini bahwa kesehatan mereka dalam keadaan baik, mempertimbangkan bahwa mereka telah ditahan,” kata Pompeo.

Keluarga salah satu tahanan, Tony Kim menyambut gembira pembebasan kerabatnya dan berdoa agar orang-orang yang masih ditahan dapat dibebaskan juga. Sementara Trump dan Gedung Putih menyebut pembebasan itu sebagai bentuk itikad baik dari Pyongyang.

Setelah pembebasan para tahanan itu, Trump berbicara dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan mengatakan bahwa dia berharap langkah tersebut akan secara positif mempengaruhi pertemuan tingkat tingginya dengan Kim.

Hal serupa diutarakan oleh Seoul. Dalam pernyataan yang dikutip Yonhap, Sekretaris Pers Presiden Moon memprediksi pembebasan tahanan itu akan menjadi “faktor yang sangat positif” bagi keberhasilan pembicaraan.

Leave a Reply