Jelang Final Liga Champions, Ramos Siap Hadapi Salah

final Liga Champions

Sergio Ramos akan menghadapi Mohamed Salah ketika Real Madrid bertemu Liverpool di final Liga Champions. Kata Ramos, dirinya sudah biasa melawan pemain terbaik.

Salah menjadi pemain yang patut diwaspadai Madrid. Performa apik yang diperlihatkannya sepanjang musim ini menjadi faktor. Sepanjang musim ini, Salah sudah membuat 43 gol, unggul satu gol dari Cristiano Ronaldo.

Ramos tak gentar dengan Mohamed Salah. Bagi kapten El Real itu, Salah tak ada bedanya dengan dengan pemain-pemain lain yang biasa dia hadapi.

“Kita semua melihat apa yang Salah lakukan musim ini. Tapi, dia hanya satu dari 11 pemain yang akan kami hadapi dari Liverpool,” ungkap Ramos dilansir Soccerway.

“Sepanjang karier, saya telah menghadapi para penyerang terbaik di dunia. Beberapa dari mereka bahkan dianggap yang terbaik sepanjang sejarah. Bagi saya, tak pernah ada rasa takut. Respek, iya, tapi tidak pernah takut,” lanjut dia.

Madrid adalah juara Liga Champions dua edisi terakhir. Sementara Liverpool datang ke final dengan status kejutan, setelah tampil sangat produktif di sepanjang turnamen.

“Kami tak boleh arogan, tapi kami boleh percaya diri. Kami tahu bahwa ini adalah DNA Madrid untuk memenangi Liga Champions. Kami sudah berhasil mempertahankan titel untuk kedua kalinya, kami tak akan melepaskannya (trofi juara) dengan mudah..

“Dengan segala hormat, mungkin Liverpool bukan tim yang diprediksi banyak orang akan melaju kefinal. Tapi, mereka ada di sini karena pantas. Kami tahu cara bermain di final sebagai tim dan siap melakukannya,” tambah Ramos.

Liverpool Punya Waktu Istirahat Lebih Banyak dari Madrid

Liverpool mendapat keuntungan ketimbang Real Madrid jelang final Liga Champions. The Reds punya waktu istirahat sepekan lebih lama.

Setelah melalui perjalanan panjang, Madrid dan Liverpool akhirnya tampil di laga final yang akan dihelat di NSC Olympisyskiy Stadium, Kiev, Minggu (27/5/2018) dinihari WIB.

Ini bakal jadi pertemuan kedua tim itu di final sekaligus yang keenam sepanjang sejarah Liga/Piala Champions. Pertemuan pertama di final terjadi tahun 1981 saat Si Merah menang 1-0 atas Si Putih.

Pada laga final nanti Madrid tentu lebih diunggulkan mengingat mereka berstatus sebagai juara bertahan dalam dua musim terakhir. Hat-trick gelar juara jadi incarannya. Selain itu Madrid punya skuat yang dianggap lebih berkualitas dan berpengalaman.

Sementara bagi Liverpool ini adalah final pertama di Liga Champions setelah terakhir kali tahun 2007. Butuh waktu 11 tahun untuk mereka bisa ada lagi di sini atau final kedua di Eropa selama dilatih Juergen Klopp setelah Liga Europa 2016.

Tapi, Liverpool bukannya tanpa keuntungan mengingat mereka unggul dalam hal waktu istirahat. Pasalnya Premier League bakal berakhir pekan depan yakni 13 Mei.

Sementara, La Liga baru tuntas pada 20 Mei atau sepekan sebelum final dimulai. Jika Liverpool cuma punya dua laga tersisa yakni melawan Chelsea (tandang) dan Brighton (kandang), Madrid masih harus melewati empat laga.

Lawan-lawannya pun terbilang berat termasuk Barcelona akhir pekan ini di Camp Nou, lalu tandang ke Sevilla pada 9 Mei, kemudian menjamu Celta Vigo pada 12 Mei, dan terakhir melawat ke Villarreal.

Madrid pun wajib meraih kemenangan di laga-laga itu demi memastikan finis runner-up atau minimal tiga besar. Pasalnya Madrid (71 poin) hanya selisih empat angka dari Atletico di posisi kedua.

Kini Zinedine Zidane pun harus memutar otak untuk mengatur skuatnya terutama menjaga kebugaran Cristiano Ronaldo agar bisa fit 100 persen saat tampil di final Liga Champions, layaknya musim lalu saat menghadapi Juventus.

Kalahkan Brighton Dulu Baru Fokus ke Madrid, Liverpool

Juergen Klopp mewaspadai konsentrasi skuat Liverpool terpecah menjelang duel dengan Brighton akhir pekan ini. Dia mengingatkan kemenangan di laga itu bakal dikenang 500 tahun ke depan.

Liverpool belum benar-benar mengantongi tiket Liga Champions musim depan. The Reds membutuhkan satu poin untuk mengunci posisi empat besar di Premier League.

Pertaruhan itu akan dijalani Liveerpool saat menghadapi Brighton & Hove Albion di Anfield pada Minggu (13/5/2018) malam WIB. Di atas kertas, Liverpool dijagokan untuk menang.

Tapi, sang manajer, Klopp mewaspadai kondisi timnya sendiri. Dia khawatir konsentrasi skuat Liverpool terbelah dengan adanya final Liga Champions.

Makanya, Klopp menegaskan kalau laga dengan Brighton itu juga sangat krusial. Jika tiket sudah dikantongi, sukses Liverpool atas Brighton akan dikenang dalam jangka waktu yang panjang.

“Itulah yang tengah kami kerjakan. Itulah yang kami inginkan. Lolos kualifikasi Liga Champions agar kami bisa tampil di Liga Champions musim depan. Itu target kami sejak hari pertama,” kata Klopp seperti dikutip Liverpool Echoe.

“Sangat mungkin untuk menyelesaikannya lebih awal namun dengan alasan berbeda. Alasan pertama adalah Liga Champions itu sendiri,” dia menambahkan.

“Saya tak bisa memikirkan momen final Liga Champions. Saya harus berfokus kepada pertandingan ini dan memastikan kalau kami akan tampil di Liga Champions musim depan. Kemudian ada dua minggu lagi untuk persiapan. Untuk bisa diingat 500 tahun kemudian kami akan berfokus kepada pertandingan selanjutnya,” ujar dia.

Leave a Reply