Jangan Ikuti Tren Mendaki Gunung Tanpa Alas Kaki, Ini Bahayanya!

Setelah diperiksa kembali, persiapan mendaki gunung tampak sudah matang. Mulai dari tenda, alas tidur, sampai mi instan untuk sarapan sambil menikmati panorama matahari terbit di pagi hari. Bagaimana dengan obat-obatan?

Obat-obatan juga penting untuk dibawa saat pendakian. Sebab, Sahabat kita pernah tahu apa yang akan terjadi selama pendakian nanti. Lebih-lebih jika memang sudah punya penyakit bawaan, seperti asma dan alergi. Bawalah obat-obatan yang sudah diresepkan dokter sebelumnya.

Di sisi lain, bicara tentang mendaki gunung, saat ini ada tren baru yang bersifat negatif, yaitu mendaki gunung tanpa alas kaki. Ada beberapa alasan mengapa para pendaki profesional tidak setuju dengan kebiasaan ini.

1. Cedera Kaki

Letusan gunung tak hanya menyemburkan awan panas saja. Material-material lain, termasuk bebatuan juga melompat keluar dari perut bumi. Ada yang bulat, pipih, ada pula yang tajam dan runcing. Batuan-batuan ini bisa mendatangkan masalah kalau terinjak kaki tanpa sepatu.

2. Ranting dan Duri Pohon

Ketika menjelajahi hutan, sangat disarankan untuk berhati-hati terhadap ranting dan duri pohon. Tanpa alas kaki, potensi terluka gara-gara kayu tajam sangat besar. Tak bisa dibayangkan, bagaimana sisa perjalanan ketika kaki terluka di tengah-tengah petualangan.

3. Kaki Lecet

Kulit manusia beda dengan kulit badak. Lapisan kulit yang tipis memungkinkan untuk terluka, bahkan hanya karena bergesekan dengan tanah. Pasti kamu tidak mau menahan rasa pedih sambil mendaki gunung, bukan?

4. Cedera Engkel

Sepatu gunung didesain agar kaki bisa menapak dengan baik. Mendaki tanpa alas kaki rentan mengalami cedera engkel gara-gara salah tumpuan. Dikombinasi dengan hawa malam pegunungan yang sangat dingin, sakit karena terkilir itu sangat sakit!

5. Jatuh ke Jurang

Tanpa tumpuan yang kuat di lereng yang curam, kaki sangat mudah terpeleset saat menginjak tanah basah. Situasi bisa semakin buruk kalau jatuh ke jurang. Batal menikmati pemandangan pegunungan yang indah, malah merepotkan banyak orang untuk proses evakuasi.

Mengapa harus melepas sepatu ketika kaki sangat membutuhkan kenyamanan dan kemudahan untuk menaiki gunung? Pikirkan dua-tiga kali sebelum memutuskan untuk mengikuti tren negatif ini. Lebih baik tetap pakai alas kaki dan selamat sampai tujuan.

Leave a Reply