Jakabaring Dirusak Suporter, Padahal Sebulan Lagi Asian Games 2018

Jakabaring

Stadion Gelora Sriwijawa di Jakabaring Sports City dirusak oleh oknum suporter. Aksi itu terjadi usai Sriwijaya FC ditaklukkan oleh Arema FC.

Sriwijaya FC saat ini tengah dilanda krisis. Mereka ditinggal oleh beberapa pemain bintangnya, juga tim pelatih karena permasalahan dana.

Akibat masalah di tubuh manajemen itu, Sriwijaya FC menuai hasil buruk. Yang paling anyar, Laskar Wong Kito dilumat Singo Edan tiga gol dalam lanjutan Liga 1 2018, Sabtu (21/7/2018), dengan skor akhir 0-3.

Kekecewaan pun diungkapkan oleh para pendukung Sriwijaya FC yang menempati tribune kanan dan tribune selatan. Kerusuhan itu terjadi pada menit ke-76 pertandingan, saat Arema FC mencetak gol ketiga. Ada sebanyak 335 kursi yang rusak, dengan rincian 231 di tribune utara dan 104 di tribune selatan.

Sebelum pengrusakan, Jakabaring Sport City disebut sudah siap 99 persen untuk menggelar Asian Games 2018. Ada 11 cabang olahraga yang dipertandingankan di Palembang. Gelora Sriwijaya digunakan untuk menggelar cabang sepakbola putri.

Gelora Sriwijaya Dirusak Suporter, Ini Respons Pengawas Keamanan

Stadion Gelora Sriwijaya di Jakabaring Sport City, Kota Palembang, dirusak suporter. Padahal, satu bulan lagi stadion akan digunakan untuk Asian Games.

Aksi perusakan itu terjadi pada menit akhir setelah Sriwijaya FC menelan pil pahit saat berlaga melawan Arema FC. Laskar Wong Kito kalah 0-3, Sabtu (21/7/2018). Suporter yang merasa kecewa melepas kursi dan melempar ke arah lapangan.

“Kami sangat kecewa dengan ulah para suporter yang telah merusak kursi yang ada di Gelora Sriwijaya Jakabaring saat laga kemarin sore,” kata Pengawas Keamanan dan ketertiban venue di JSC, Rusli Nawi saat dikonfirmasi detikSport, Minggu (22/7/2018).

Dikatakan Rusli, dalam perusakan itu ada sekitar 335 kursi tribune timur dan selatan stadion yang rusak. Setengah dari jumlah itu dipastikan tak dapat dipakai lagi saat Asian Games 2018 yang dimulai sebulan lagi.

“Kami sudah olah TKP tadi malam, kursi rusak sekitar 335. Dari jumlah itu hampir setengahnya tak bisa digunakan, dalam kata lain harus diganti,” Rusli menambahkan dengan nada kesal.

Rusli menyebut kursi di stadion dipesan langsung dari luar negeri. Sehingga jika kursi rusak pihaknya harus menunggu lagi untuk pengiriman dan perbaikan.

“Semua kursi yang rusak dipesan di luar, tidak ada di Indonesia. Saya tadi malam sudah sampaikan langsung pada Dinas PU dan Managemen Sriwijaya FC, Dinas PU yang mengerjakan lagi,” katanya.

Massa merusak kursi di stadion diduga karena kecewa setelah tim kesayangan mereka kalah telak di kandang sendiri. Laskar Wong Kito memang tengah dilanda krisis.

Sebagai bentuk protesnya, para suporter pun membawa spanduk berukuran besar bertulisakan ‘Kick Politic Out Of Footbal’ dan ‘Instal Ulang Managemen’. Spanduk itu dibentangkan sebagai bentuk protes karena banyak pemain inti Sriwijaya FC yang hengkang.

Netizen: Sebulan Jelang Asian Games, Jakabaring Kok Boleh Gelar Liga 1?

Reaksi keheranan muncul dari netizen dengan diizinkannya Gelora Sriwijawa di Jakabaring Sport Center menggelar laga Liga 1 2018. Sebabnya Asian Games 2018 tinggal kurang sebulan lagi.

Kerusuhan terjadi pada laga Sriwijaya FC melawan Arema Fc, Sabtu (21/7/2018). Laskar Wong Kito takluk 0-3, hingga oknum suporter di sisi tribune utara dan tribune selatan melakukan pengrusakan stadion.

Sebanyak 335 lepas dari tempatnya. Rinciannya 231 di tribune utara dan 104 di tribune selatan. Venue sepakbola putri untuk Asian Games 2018 pun mengalami kerusakan 27 hari menjelang pesta olahraga benua kuning.

Dipakainya Gelora Sriwijaya menggelar pertandingan Sriwijaya FC melawan Arema FC itu memang agak janggal. Saat stadion-stadion venue sepakbola di Jakarta, Bogor, Karawang, dan Bekasi sudah steril, Sriwijaya FC masih bisa menjalani pertandingan di venue Asian Games 2018.

Sementara itu, Persija Jakarta masih harus mengungsi hingga ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menggelar laga Liga 1 2018.

“Asian Games tinggal menghitung hari dan salah satu venue Std. Jakabaring telah rusak. Siapa yg salah?” kicau Aji Kurniawan di akun Twitter‏ @yakuzu12.

“Mbah stadion Jakabaring jadi venue Asian Games kok Persijatim boleh make? Sedangkan Persija mau pake stadion sekitaran Jakarta gak boleh karena alesannya mau asian games #TanyaWasit,” tulis Enar Ardhi Lesmana di akun @EnArdhiLesmana.

Netizen juga menuntut PT Liga Indonesa Baru juga dituntut ikut bertanggung jawab dengan kerusakan di Stadion Jakabaring ini.

“LIB harus ikut tanggung jawab atas kerusakan Jakabaring,” tulis @SupirPete2.

Leave a Reply