Inspiratif! Dulu Keliling Berjualan Melati, Kehidupannya Sekarang Berubah

Sebuah cerita inspiratif pemuda penjual bunga belakangan jadi viral di media sosial. Banyak alasan yang membuat seseorang sudah bekerja sejak kecil. Mulai dari ingin membantu perekonomian keluarga hingga berniat untuk mendapatkan uang jajan tambahan.

Di Indonesia, fenomena anak-anak berjualan bisa ditemui dengan mudah di beberapa tempat. Biasanya mereka menjual snack keliling sampai jadi pedagang asongan di jalan. Tak hanya di tanah air, di Filipina, Malaysia, pemandangan seperti ini juga sering terlihat.

Banyak anak-anak yang menjual beberapa barang di pinggir jalan. Tapi, kebanyakan dari mereka menjual sampaguita atau rangkaian bunga melati. Biasanya orang Filipina membeli sampaguita untuk dipasang di rumah. Ada pula yang membeli karena semata-mata ingin membantu sang penjual, apalagi jika mereka adalah anak-anak.

Banyak orang Filipina berpendapat bahwa lebih baik membeli sampaguita daripada memberikan uang mereka pada pengemis. Sebuah kisah unik penjual sampaguita belakangan jadi viral. Kejadian ini pertama kali diunggah oleh akun Facebook Rhyzz Canasa-Balanday.

Rhyzz dan suaminya adalah pelanggan tetap sebuah kedai makanan cepat saji Jollibee di Baliuag, Bulacan, Filipina. Mereka sering kali membeli sampaguita dari seorang anak yang berjualan di depan restoran tersebut.

Satu di antara penjual yang ia sering temui bernama Adriane Niel Cuarte. Adriane mulai berjualan sampaguita di depan Jollibee sejak ia masih berusia 11 tahun. Hampir setiap hari, Rhyzz membeli bunga melati tersebut untuk membantu Adriane.

Setelah beberapa tahun, kini Adriane sudah tumbuh menjadi seorang pemuda. Ia tak pernah sedikit pun merasa malu karena berjualan bunga melati meski kini ia sudah semakin dewasa. Adriane sadar bahwa cara inilah yang membantunya untuk bisa makan setiap hari.

Tapi, pada suatu hari, Rhyzz dan suaminya mengalami kejadian tak terduga. Mereka mengunjungi kedai Jollibee, tapi pasangan ini tak bisa menemukan pemuda penjual melati di depan kedai tersebut. Kedai Jollibee pada saat itu dipenuhi pembeli dan hanya menyisakan satu meja kotor.

Saat seorang pelayan datang membersihkan mejanya, Rhyzz mencoba bertanya tentang si penjual sampaguita.

Wanita tersebut menanyakan kemana perginya si pemuda penjual melati. Tak disangka, pelayan tersebut memberi jawaban mengejutkan.

“Dia tak lagi di luar karena dia sudah bekerja di dalam,” ucap si pelayan.

Ternyata, pegawai yang membersihkan meja Rhyzz adalah si penjual melati yang biasa ia temui.

Rhyzz merasa tersentuh dengan fakta yang baru saja ia temukan. Ia pun mengunggah kisah ini ke Facebook dan jadi viral. Rhyzz menganggap kisah Adriane ini bisa menginspirasi banyak orang. Tak sampai di situ saja, berkat unggahannya ini, banyak orang yang menawarkan bantuan untuk Adriane.

Pemuda ditawari untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Tak hanya itu, ia juga akan ditawari posisi sebagai manajer kedai Jollibee atau bahkan pemilik dari usaha restorannya sendiri. Unggahan Rhyzz ini sudah dibagikan lebih dari 7 ribu kali.

Ia berpesan jika selama seseorang rajin, maka semua mimpi bisa jadi nyata. Rhyzz juga percaya bahwa Adriane suatu saat bisa jadi seorang manajer. Semoga kisah Adriane ini bisa jadi inspirasi untuk kita semua ya.

Leave a Reply